Hidayatullah.com—Platform media sosial X membantah klaim Uni Eropa (UE) bahwa mereka gagal mengatasi penyebaran ‘informasi palsu’ tentang perang antara pasukan ‘Israel’ dan Hamas.
CEO Perusahaan Linda Yaccarino menulis dalam surat tertanggal kemarin bahwa platform X telah “mengambil tindakan untuk menyensor atau memberi label pada puluhan ribu konten” pada hari-hari setelah serangan Hamas terhadap ‘Israel’.
Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Industri Uni Eropa (UE) Thierry Breton yang secara pribadi mengkritik Elon Musk di media sosial pada Selasa lalu, kutip AFP.
Breton ‘memberi peringatan’ dalam surat yang dia kirimkan kepada Musk dan Mark Zuckerberg, pendiri grup Meta yang mencakup platform Facebook dan Instagram.
Breton menuntut agar setiap miliarder memberikan rincian dalam waktu 24 jam tentang bagaimana ‘konten ilegal dan informasi palsu’ dihapus oleh mereka sejalan dengan Undang-Undang Layanan Digital UE (DSA) yang baru.
Surat Breto kepada Musk menggemakan tuduhan ‘konten kekerasan dan teroris yang tampaknya beredar di platform Anda’ setelah serangan Hamas akhir pekan lalu.
Surat Yaccarino yang dipublikasikan di akun perusahaan platform X menyebutkan perusahaan tersebut telah merilis ratusan akun yang terkait dengan pejuang Hamas sejak serangan Sabtu lalu.*