Hidayatullah.com – Juara kelas ringan UFC, Islam Makhachev, menolak untuk merayakan kemenangannya yang ke-294 usai mengalahkan Alexander Volkanovski pada hari Sabtu sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Saya tidak merayakan kemenangan hari ini karena [ada] hal-hal gila yang terjadi di seluruh dunia. Palestina, kami mendukungmu,” ujarnya dalam sebuah wawancara pasca laga (21/10/2023).
Makhachev, yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan mantan juara UFC Khabib Nurmagomedov, terlihat membawa bendera Palestina setelah mengalahkan lawannya Alexander Volkanovski dalam kemenangan ke-13 secara beruntun.
Petarung Rusia ini memiliki basis penggemar yang sangat besar dalam olahraga ini, banyak di antaranya menggunakan media sosial untuk memuji sikapnya terhadap Palestina, sementara yang lain mengkritik Makhachev dan menyalahkan Hamas karena memicu konflik.
Ancaman terhadap atlet pro-Palestina
Pekan lalu, perenang Mesir Abdelrahman Sameh mengatakan bahwa ia telah “menerima ancaman pembunuhan” karena mengekspresikan dukungannya kepada rakyat Palestina, setelah ia menolak untuk merayakan medali emasnya di Piala Dunia Renang Akuatik Dunia 2023 karena perang yang sedang berlangsung.
Sameh memenangkan final gaya kupu-kupu 50 meter putra di turnamen di Yunani tetapi mengatakan sulit baginya untuk merayakannya setelah menjalani “minggu yang sulit secara mental.”
“Saya telah menerima ancaman pembunuhan – orang-orang telah menyerang saya sepanjang minggu karena mendukung Palestina,” katanya dalam sebuah wawancara setelah kemenangannya.
“Keluarga saya pergi tidur, tidak tahu apakah seseorang akan masuk ke kamar saya, apakah seseorang akan masuk ke apartemen saya. Mereka harus bertanya-tanya setiap kali saya tidak mengangkat telepon, ‘Apakah dia sibuk atau ada orang yang mencoba membunuhnya?”
Beberapa pesepakbola Muslim juga telah diskors atau menghadapi investigasi setelah mereka menunjukkan dukungan untuk Palestina di media sosial, termasuk pemain berkebangsaan Belanda, Anwar El Ghazi, yang bermain untuk klub Jerman, Mainz 05, dan pemain klub Prancis, Nice, Youcef Attal.
Bintang sepak bola Prancis, Karim Benzema, juga mendapat kritik keras setelah ia memposting dukungan untuk Palestina dan Gaza di X, sebelumnya Twitter.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, menuduh Benzema memiliki hubungan dengan organisasi teroris, sementara seorang senator Prancis, Valerie Boyer, menuntut agar pemenang Ballon D’or 2022 tersebut dicabut kewarganegaraannya sebagai warga negara Prancis.
Lebih dari 3000 warga sipil tewas
Sayap bersenjata Hamas menyerbu masuk ke ‘Israel’ pada tanggal 7 Oktober, dan menewaskan sedikitnya 1.400 pemukim Yahudi ‘Israel’.
Lebih dari 3.700 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh di seluruh Jalur Gaza dalam pengeboman tanpa henti oleh ‘Israel’.*