Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) RS Al Syifa Dikepung Sniper Zionis, 100 Jenazah Warga yang Gugur Mulai Membusuk Belum Bisa Dimakamkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 November 2023 22:12 10:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 November 2023 22:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Deretan bayi prematur di RS Asy-Syifa di Jalur Gaza, Palestina, harus berjuang demi keselamatannya tanpa inkubator karena ketiadaan sumber listrik dan bahan bakar. Hari ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf Al-Qudra, mengumumkan kematian 7 warga yang sakit dan terluka di dalam Kompleks Medis Al-Shifa yang terkepung selama tiga hari berturut-turut.

Situasi di Shifa memburuk pada akhir pekan, dengan dokter melaporkan bahwa generator terakhir kehabisan bahan bakar, menyebabkan kematian beberapa pasien, termasuk bayi prematur.

Al-Qudra mengatakan dalam pernyataan pers kepada Al Jazeera Senin pagi, jumlah kematian di antara orang yang sakit dan terluka meningkat menjadi 20 dengan kematian baru, menekankan bahwa 36 bayi prematur masih menghadapi risiko kematian setiap saat akibat dampaknya.

Pihak rumah sakit terpaksa harus menghentikan oksigen dan perangkat penyelamat jiwa setelah pemadaman listrik total sejak 3 hari oleh rezim teror ‘Israel’. Menurutnya, akibat pengepungan, hujan bom Zionis, serta pengepungan sniper (penembak jitu) tidak ada ambulans yang bisa masuk atau keluar, dan tidak ada pergerakan di dalamnya.

Pasukan penjajah #Israel menembaki warga sipil #Palestina yang mengibarkan bendera putih dan saputangan yang mencoba meninggalkan Rumah Sakit Al Nasr di #Gaza yang berada di bawah pengepungan militer dari segala arah.

hasbunallah wanikmat wakil pic.twitter.com/kJB7vJ5eBQ

— Hidayatullah.com (@hidcom) November 10, 2023

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan PBB lainnya memperingatkan bahwa sebanyak 3.000 pasien dan staf terpaksa berlindung di dalam rumah tanpa bahan bakar, air atau makanan yang memadai.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Sayangnya, rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi sebagai rumah sakit,” kata Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, setelah melakukan kontak dengan staf di lapangan. “Sudah tiga hari tanpa listrik, tanpa air,” katanya, menggambarkan situasi di dalam sebagai “mengerikan dan berbahaya.”

Beginilah suasana operasi pasien yg gawat di RS Al Quds #Gaza akibat dibom tak habis habis oleh Zionis #Israel.

Rezim teroris membom semua rumah sakit mengakibatkan semua layanan tak berfungsi. Kegagalan Israel kalahkan pejuang membuat menyerang membabi buta @Paltodaytv pic.twitter.com/nwTAjBRDt8

— Hidayatullah.com (@hidcom) November 11, 2023

100 Jenazah Belum Dimakamkan

Menghubungi Al Jazeera, Direktur Kementerian Kesehatan di Gaza, Dr. Munir Al-Bursh, mengatakan bahwa mereka terjebak di dalam Rumah Sakit Al-Shifa dan terpaksa menggali kuburan massal untuk menguburkan lebih dari 100 jenazah yang ditemukan di dalam pekarangan, sebab mereka tidak dapat keluar untuk menguburkannya.

Quds News Network mempublikasian rekaman ratusan jenazah di halaman RS Asy-Syifa, yang sejak hari Jumat (10/11/2023) bisa bisa dimakamkan.  Hari Senin (13/11/2023), ini, jenazah masih di lokasi yang sama tidak ada orang yang berani memakamkan karena ancaman tembakan  sniper Zionis.

https://twitter.com/i/status/1723989877631721774

Bahkan menurut pihak RS Asy-Syifa, jenazah mulai dimakan anjing jalanan. Dari dalam Kompleks Al-Shifa, seorang dokter Palestina merekam klip video yang memperlihatkan memburuknya situasi di dalam unit gawat darurat dan runtuhnya tingkat layanan di kompleks terbesar di Jalur Gaza.

Sekitar 650 pasien, 500 petugas kesehatan dan sekitar 2.500 pengungsi masih berada di kompleks rumah sakit Shifa, kata Mohammed Zaqout, Direktur Rumah Sakit di Gaza. Hal ini menandakan perubahan yang signifikan sejak akhir pekan ketika pejabat kesehatan Gaza mengatakan sekitar 1.500 pasien, 1.500 pekerja medis, dan 15.000 pengungsi berada di Shifa.

Serangan dan genosida yang telah memasuki hari ke-38, tentara pendudukan masih terus melanjutkan serangan berdarah di Jalur Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 40.000 orang menjadi syuhada, terluka dan hilang, serta kehancuran besar-besaran di lingkungan pemukiman, fasilitas vital dan rumah sakit, dan lebih dari 1,5 juta orang terlantar.

Pengepungan dan pengeboman

Selama dua hari, pendudukan Zionis terus mengepung Kompleks Medis Al-Shifa dan melakukan pemboman terus menerus, bertepatan dengan terputusnya aliran listrik, air dan makanan, yang menyebabkan kematian sejumlah pasien dan bayi prematur, dengan peningkatan risiko terhadap kehidupan sekitar 15.000 pengungsi dan 650 pasien, serta staf medis yang tetap tinggal di sana.

Selama beberapa minggu terakhir, puluhan orang, termasuk anak-anak, meninggal di Rumah Sakit Al-Shifa, baik akibat pemboman ‘Israel’ di rumah sakit tersebut dan sekitarnya, atau akibat gangguan rumah sakit setelah fasilitas pembangkit oksigen berhenti akibat ledakan. habisnya bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikannya dan pengoperasian generator pembangkit listrik.

Kompleks Al-Shifa adalah institusi kesehatan terbesar yang menyediakan layanan medis di Jalur Gaza. Didirikan pada tahun 1946 dan telah berkembang dari waktu ke waktu menjadi kompleks medis terbesar yang mencakup 3 rumah sakit khusus dan mempekerjakan 25% pekerja rumah sakit di seluruh Jalur Gaza. Saat ini menerima ribuan pasien dan pengungsi yang mencari perlindungan di dalamnya.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qudra, mengatakan bahwa Kompleks Medis Al-Shifa sama sekali tidak berfungsi, dan tidak dapat memberikan layanan kesehatan apa pun kepada korban luka akibat agresi ‘Israel’ atau bahkan korban luka. pasien di dalam kompleks, dan juga dikepung dari dalam dan luar.

Untuk hari ke-37, tentara pendudukan melanjutkan perangnya di Jalur Gaza, dan serangan komprehensif yang dilancarkannya telah mengakibatkan kematian lebih dari 11.100 orang dan cederanya puluhan ribu orang, selain kerusakan besar-besaran di lingkungan pemukiman, fasilitas vital dan rumah sakit.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bom israelgazaHeadlineisraeljenazahpenembak jitupengepungan IsraelRS Al SyifaSniperZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPJPH Selenggarakan Halal World, Hadirkan 118 Lembaga Halal 41 Negara
Tulisan selanjutnya Presiden Israel Isaac Herzog dan Istrinya hilang kontak dengan sang anak Anak Presiden ‘Israel’ Hilang Kontak Usai Masuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?