Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tersandung Kasus KDRT Rektor Universitas Ternama Sciences Po Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Maret 2024 23:07 11:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Maret 2024 23:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Rektor universitas ternama Sciences Po hari Rabu (13/3/2024) mengatakan bahwa dirinya mengundurkan diri setelah diperintahkan untuk menghadiri persidangan dalam kasus kekerasan domestik alias KDRT.

Mathias Vicherat, pimpinan universitas bergengsi Sciences Po di Paris, menjadi target kemarahan mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut pengunduran dirinya, setelah dia dan pacar kumpul kebonya Anissa Bonnefont sempat ditahan polisi pada bulan Desember karena keduanya saling tuduh melakukan KDRT.

“Saya mendapatkan pemberitahuan bahwa bekas pasangan saya dan saya diperintahkan untuk menghadiri persidangan di pengadilan pidana,” kata Vicherat, 45, dalam sebuah pesan yang dikirimkan ke kampusnya hari Rabu, lansir RFI.

Dia mengatakan pengunduran dirinya adalah demi melindungi universitas dari dampak kasusnya. “Apa yang berarti di sini bukanlah saya melainkan institusi,” kata Vicherat.

Perkara pidana tersebut dibawa ke pengadilan oleh pihak kejaksaan, baik Vicherat maupun bekas kekasihnya tidak membuat gugatan hukum apapun.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Menurut sebuah sumber yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya, kasus itu akan mulai disidangkan pada musim gugur.

Vicherat sudah mengajukan pengunduran diri sementara pada bulan Januari setelah aparat memulai penyelidikan awal dan para mahasiswa menggelar aksi protes menentang apa yang mereka sebut sebagai imunitas bagi pelaku kekerasan seksual.

Vicherat bersikukuh dirinya tidak pernah melakukan KDRT.

Sciences Po, didirikan pada 1872, merupakan lembaga pendidikan tinggi kebanggaan Prancis. Universitas itu melahirkan banyak tokoh, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Beberapa tahun terakhir reputasinya tercoreng oleh masalah pribadi petingginya.

Pendahulu Vicherat, Frederic Mion, terpaksa mundur setelah ketahuan menutupi kebejatan Olivier Duhamel, pakar ilmu politik yang diakui dunia dan kepala Sciences Po Foundation, yang dituduh melakukan hubungan inses.

Setelah Mion mundur, Vicherat menduduki kursi rektor dan mengatakan bahwa perlawanan terhadap kekerasan seksual merupakan prioritas absolut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mathias VicheratUniversitas Sciences Po
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Lima Juta Orang di Sudan Terancam Kelaparan
Tulisan selanjutnya Rapper Lil Jon Mualaf Masuk Islam Rapper Lil Jon Memutuskan Jadi Mualaf di Awal Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?