Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Belasan Demonstran pro-Palestina di Universitas Oxford Ditangkap

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Mei 2024 06:08 6:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Mei 2024 06:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Enam belas demonstran pro-Palestina ditangkap setelah sebuah gedung di Universitas Oxford diduduki oleh sekelompok pengunjuk rasa.

Oxford Action for Palestine (OA4P) mulai melakukan aksi duduk di kantor-kantor universitas itu di Wellington Square pada pukul 08:00 BST hari Kamis (23/5/2024), menuntut digelarnya pertemuan dengan pihak kampus untuk membahas soal kebijakan-kebijakan universitas terkait konflik Israel-Gaza.

Pihak universitas menuding para demonstran melakukan aksi kekerasan dan mengancam.

Polisi mengatakan 16 orang telah ditahan dengan tuduhan melakukan penerobosan paksa. Satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka pelaku serangan.

Reporter BBC Radio Oxford Phil Mercer-Kelly, yang berada di lokasi, mengatakan ratusan orang yang berada di luar gedung dicegah oleh polisi untuk masuk.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Dia mengatakan ada “pergerakan besar” ketika polisi mendesk sekelompok orang untuk kembali ke Clarendon Street guna memberikan jalan kepada kendaraan van polisi lewat.

Pengunjuk rasa berhasil memasuki sebuah kantor pribadi di dalam gedung tersebut, dan menggantungkan bendera Palestina di luar jendelanya bersama daftar tuntutan-tuntutan mereka.

Pada 6 Mei, para pengunjuk rasa membuat kemah yang area yang mereka namai “liberated zones” di Museum of Natural History yang berada di Oxford dan King’s College, Cambridge. Mereka menuntut pihak kedua universitas bergengsi di Inggris itu memutuskan hubungan finansial dengan Israel menyusul serangan brutal pasukan IDF ke Gaza yang memakan banyak nyawa dan kehancuran rumah warga serta fasilitas umum.

Menurut seorang juru bicara OX4P, para demonstran melakukan aksi duduk damai karena pihak universitas sudah dua pekan tidak menanggapi permintaan mereka.

“Bukannya berdialog dengan para mahasiswa, wakil rektor justru mengevakuasi gedung, menguncinya, dan memanggil polisi untuk melakukan penangkapan. Kami menuntut pihak pengelola kampus menemui kami untuk berdialog segera.”

Pihak kampus berdalih aksi unjuk rasa yang dilakukan OX4P membuat para staf yang bekerja di sana “tegang”.

Dalam sebuah pernyataan pihak kampus mengatakan, “Bertentangan dengan klaim OA4F, ini bukan ‘aksi duduk dmaai’, melainkan tindak kekerasan yang dirancang untuk menaikkan ketegangan.

“Jelas terlihat bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh sebagian pengunjuk rasa yang terlibat dalam perkemahan itu telah menciptakan suasana yang mengintimidasi bagi banyak anggota komunitas kami, termasuk para mahasiswa Yahudi serta staf dan anggota komunitas Yahudi setempat.”

Sementara itu pihak Kepolisian Thames Valley mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “elemen-elemen dari aksi protes ini berusaha untuk menghalangi” petugas membawa orang-orang yang ditangkap dan aparatnya masih mengawasi aksi-aksi protes damai yang digelar di kota itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaOxfordpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Ceko Izinkan Ekstradisi Warga India Tersangka Pembunuhan Aktivis Sikh ke Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Kejahatan Perang, ‘Israel’ Larang Ribuan Warga Palestina Berangkat Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?