Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Solusi Dua Negara adalah Lelucon Tak Ada Manfaatnya

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Juli 2024 21:14 9:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Juli 2024 21:11
Bagikan
Aktivis dan penulis, Tariq Ali
Bagikan

Hidayatullah.com—Berhenti mengakui ‘Israel’ lebih penting daripada mengangkat slogan solusi dua negara, kata wartawan dan penulis keturunan keturunan Pakistan-Britania, Tariq Ali.

Tariq mengatakan, seruan solusi dua negara hanyalah lelucon dan selingan yang tidak berdampak sama sekali.

Ia menegaskan, langkah yang tepat bagi semua pihak (negara), termasuk Otoritas Palestina, adalah mencabut pengakuan terhadap penjajag ‘Israel’ dan memutus semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan negara Zionis tersebut.

“Itu hanyalah sebuah lelucon untuk terus membicarakan solusi dua negara. Itu hanya pengalih perhatian, tidak lebih dari itu,” tulisnya.

“Seperti hal-hal lain yang terjadi.. Negara X, Spanyol, Irlandia, bla bla dari seluruh dunia mengakui Palestina, yah, sebagai isyarat simbolis, malah bagus, tapi tidak berarti apa-apa!.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Karena apa yang kamu kenali? Tidak ada, Anda mengakui Otoritas Palestina yang telah bekerja sama dan hingga saat ini (bekerja sama) dengan ‘Israel’, menolak mengkritik ‘Israel’ sama sekali dan berharap Amerika akan melindunginya, padahal jelas tidak akan dilakukannya.”

“Jadi satu-satunya tuntutan serius saat ini, menurut saya, adalah mencabut pengakuan terhadap ‘Israel’, menarik duta besar Anda, memutuskan hubungan dengan mereka, memutus hubungan dagang dengan mereka,” kata Tariq dalam wawancaranya dengan Mark Seddon yang diunggah di  platform YouTube hari Selasa lalu.

Tariq yang juga editor New Left Review juga memuji keberhasilan negara Arab miskin Yaman yang dikenal ‘terbelakang’ namun mampu memberikan dampak besar bagi pelabuhan Eilat di ‘Israel’.

“Orang Yaman, lho, dengan romantisme mereka, sebenarnya sudah berhasil,” ujarnya.

“Mereka telah menutup pelabuhan Eilat di ‘Israel’ dimana hampir tidak ada perdagangan terjadi. Mereka (‘Israel’) berada dalam situasi yang sangat buruk (di sana),” tambah dia.

Mereka (Yaman) berkata; “Kami tidak akan membiarkan kapal-kapal ini lewat, kamu ingin datang, menyerang kami dan membunuh kami?” mereka berkata kepada Amerika; “Lakukan!.

“Kalian (AS) sudah bertahun-tahun melakukannya, apa hasilnya? Rakyat kami tidak punya tangan dan kaki, kami siap berkorban ini untuk Palestina,” tambah Tariq.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelsolusi dua negaraTariq Ali. headline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 1.562 Sisiwa Lulus Uji Kompetensi sebagai Calon Mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir  
Tulisan selanjutnya GBI Lakukan Doa Keliling, Dukung Pembangunan IKN segera Selesai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?