Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hawa Panas Merenggut Nyawa Hampir 50.000 Orang di Eropa Tahun 2023

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2024 21:55 9:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2024 21:55
Bagikan
Sejumlah orang bermain air di taman umum di Paris untuk menghalau hawa panas.
Bagikan

Hidayatullah.com– Hampir 50.000 orang kehilangan nyawanya akibat hawa panas di Eropa tahun lalu. Menurut catatan sejauh ini 2023 merupakan tahun terpanas dunia.

Diperkirakan 47.690 orang di Eropa meninggal pada tahun 2023 akibat hawa panas, menurut laporan tahunan Barcelona Institute for Global Health yang dipublikasikan hari Senin (12/8/2024) di jurnal Nature Medicine, lansir RFI.

Pada 2022, lebih dari 60.000 orang meninggal dunia akibat kepanasan.

Mengambil catatan suhu udara dan mortalitas dari 35 negara di Eropa, hasil studi lembaga riset itu menunjukkan bahwa negara di bagian selatan Eropa – seperti Yunani, Italia, Spanyol serta Bulgaria – merupakan yang paling parah terpapar suhu udara tinggi. Orang-orang lanjut usia di kawasan itu merupakan kelompok paling rawan.

Lebih dari setengah kematian tersebut terjadi pada periode ketika suhu udara terpantau sangat panas di pertengahan Juli dan Agustus 2023. Pada saat yang sama Yunani banyak mengalami karhutla besar.

Baca Juga

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Laporan tersebut mengatakan, kalau saja pemerintah negara-negara di Eropa tidak mengambil langkah-langkah untuk menghadapi musim panas yang menyengat, maka angka kematian diduga akan 80 persen lebih tinggi.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, lebih lama durasinya dan lebih intens.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Eropa mengalami kenaikan suhu udara lebih cepat dibandingkan bagian dunia lain. Sejak pergantian abad, kawasan Eropa semakin sering mengalami gelombang hawa panas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropahawa panas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gempa Susulan Guncang Hama Suriah Dirasakan Negara Tetangga
Tulisan selanjutnya Raksasa Kopi Starbuck Rugi 13 Miliar USD Akibat Boikot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?