Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banjir Melanda Sejumlah Negara di Sahel Minta Bantuan Internasional

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 September 2024 00:38 12:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 September 2024 00:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bencana banjir yang melanda Sahel beberapa waktu terakhir beserta dampak yang ditimbulkannya memaksa sejumlah negara di kawasan itu untuk meminta bantuan internasional.

Kementerian Kesehatan Mali meminta bantuan mitra internasional untuk menyediakan sekitar €4,5 juta (3 miliar franc CFA) untuk “menangani kerusakan material” dan “risiko kesehatan”, khususnya yang berkaitan dengan genangan air yang berisiko menimbulkan penyakit dan wabah.

Dalam laporan terakhirnya yang dikeluarkan pada tanggal 4 September, pihak berwenang mengatakan bahwa sejak awal musim hujan (pada bulan Juni) telah terjadi 228 kasus banjir di 18 wilayah, sebanyak 18.140 rumah tangga terkena dampak dan 42 orang kehilangan nyawa.

Daerah Segou, Gao dan Bamako termasuk yang paling parah terdampak.

Pihak pemerintahan transisi mengumumkan bencana nasional pada tanggal 23 Agustus dan menyusun rencana untuk memperkuat ketahanan pangan dan membantu rumah tangga yang terkena dampak.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dewan Menteri-Menteri Mali mengadopsi langkah-langkah seperti peningkatan kesadaran berkelanjutan mengenai risiko banjir, larangan resmi lahan rawan banjir untuk dijadikan perumahan, serta pembersihan selokan dan persimpangan jalan dari sampah guna meningkatkan aliran air.

“Ada banyak kebutuhan akan tempat berlindung, makanan, atau kesehatan, khususnya untuk mencegah wabah penyakit,” kata Mohamed Askia Touré, koordinator urusan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali, kepada RFI.

“Sebagian besar warga yang mengungsi akibat banjir kini berada di sekolah-sekolah,” kata Touré, seperti dikuti RFI Senin (9/9/2024).

“Kami memastikan bahwa kebutuhan yang mereka perlukan akan terpenuhi, terutama supaya mereka dapat kembali ke tempat asal dan supaya sekolah-sekolah ini dapat dibuka kembali dalam beberapa pekan mendatang,” imbuhnya.

Amerika Serikat menanggapi pernyataan darurat nasional Mali dengan mengumumkan bantuan $125.000 (€110.000) yang akan disalurkan lewat Unicef Palang Merah Internasional.

Selain itu, USAID akan mendanai pembagian ember, makanan, tablet pemurni air, peralatan dapur, tikar, minyak, beras, dan sabun.

USAID juga menyediakan lima kendaraan untuk membantu evakuasi.

Pengungsian besar-besaran oleh masyarakat telah mengganggu pendidikan anak-anak di awal tahun ajaran ini, kata Save the Children, hari Jumat (6/9/2024).

“Ratusan ribu anak kini terusir dari rumah mereka dan menghadapi penyakit, kelaparan akibat kerusakan tanaman pangan, serta terganggu pendidikannya, karena sekolah-sekolah penuh sesak dengan keluarga-keluarga yang mengungsi,” kata organisasi kemanusiaan berbasis di London, Inggris, itu.

“Negara-negara ini sudah dilanda konflik dan ketidakamanan, sehingga semakin sulit untuk melakukan tanggap bencana,” kata Vishna Shah-Little, direktur advokasi regional, media dan komunikasi Save the Children untuk wilayah Afrika Tengah dan Afrika Barat.

Musim hujan di negara-negara Sahel berlangsung dari bulan Juni hingga September dan membawa masalah serupa setiap tahun.

Banjir parah juga melanda negara Niger, di mana hujan lebat sejak bulan Juni telah menewaskan 273 orang, melukai 278 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 700.000 orang kehilangan tempat tinggal, menurut data Kementerian Dalam Negeri Niger.

Sekitar 649.184 orang terpaksa mengungsi di negara itu.

Selain banjir bandang dan tanah longsor, hujan lebat juga menyebabkan hancurnya salah satu masjid tertua di negara mayoritas Muslim tersebut.

Bangunan masjid ikonik di Zinder, yang terbuat dari lumpur dan dibangun pada pertengahan abad ke-19, “terhapus dari peta pekan lalu setelah terjadi hujan lebat”, kata warga setempat Ali Mamane mengonfirmasi kabar tersebut kepada kantor berita Prancis AFP. (Lihat video di bawah)

Terbuat dari campuran tanah dan jerami yang disebut banco, bangunan itu merupakan masjid kedua yang paling banyak dikunjungi di Niger setelah masjid Agadez yang tercantum dalam daftar warisan dunia Unesco, menurut Kementerian Pariwisata Niger.*

Akibat hujan deras masjid ikonik peninggalan abad ke-19 di Zinder, Niger, ambruk.
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banjirSahel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berfikir Ilmiah: Koreksi Pemikiran YouTuber yang Sibuk Bahas Nasab Ba’alawy
Tulisan selanjutnya Belgia Digugat Melakukan Kejahatan Kemanusiaan pada Era kolonial di Kongo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

15 Juli 2026 09:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?