Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Enam Tentara Rusia yang Kabur dari Perang di Ukraina Dapat Visa Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2024 14:29 2:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Oktober 2024 14:29
Bagikan
operasi militer rusia
Bagikan

Hidayatullah.com– Enam tentara Rusia yang melarikan diri dari perang di Ukraina telah diberikan visa sementara setelah mereka mengajukan suaka politik di Prancis.

Keenam pria tersebut tiba di Paris dengan penerbangan terpisah, setelah sebelumnya melarikan diri dari Rusia ke Kazakhstan pada 2022 dan 2023, menurut sebuah organisasi yang membantu para tentara Rusia dalam pelarian.

“Ketika saya mendarat di Prancis, itu adalah pertama kalinya saya bisa bernapas dengan lega. Saya merasakan ketenangan dan kebebasan … masa-masa terburuk sudah berlalu,” kata Alexander, seorang bekas tentara bayaran Rusia yang dikirim ke Ukraina dan membelot pada musim panas 2023, dalam wawancara dengan The Guardian.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, puluhan ribu tentara Rusia membelot atau menolak perintah untuk bertempur, kata aktivis hak asasi manusia dan kelompok yang membantu tentara melarikan diri.

Sementara Uni Eropa dan negara-negara anggotanya secara terbuka membahas pemberian suaka kepada desertir Rusia, tetapi belum ada keputusan yang dicapai dan terbukti sangat sulit bagi desertir untuk mendapatkan suaka.

Baca Juga

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

“Ini adalah pertama kalinya sebuah negara Uni Eropa mengizinkan masuk sekelompok pembelot yang tidak memiliki dokumen perjalanan atau paspor asing,” kata Ivan Chuviliaev, juru bicara Go By The Forest, sebuah kelompok yang membantu tentara Rusia melakukan desersi yang menangani kasus enam tentara tersebut.

Oleh karena tidak dapat bepergian ke Eropa dan menghadapi kemungkinan dipenjara dalam jangka panjang di negara asal, sebagian besar pembelot melarikan diri ke negara-negara yang berbatasan dengan Rusia, seperti Armenia dan Kazakhstan. Parahnya, terjadi peningkatan jumlah insiden di mana pembelot yang bersembunyi di negara-negara bekas Uni Soviet yang dalam jangkauan Kremlin telah diculik atau dideportasi kembali ke Rusia.

“Di Kazakhstan, Anda tidak akan pernah merasa aman; Anda hanya harus merundukkan kepala,” kata Alexander, yang menjalani kehidupan tanpa kartu SIM atau rekening bank guna menghindari pelacakan oleh Rusia, lapor The Guardian Rabi (16/10/2024).

Dari Kazakhstan, Alexander mulai mengelola kanal YouTube anonim yang mengajak prajurit lain untuk membelot.

“Keputusan Prancis itu merupakan hasil kolaborasi ekstensif antara otoritas Prancis dan sekelompok organisasi hak asasi manusia,” kata Chuviliaev, yang organisasinya telah membantu lebih dari 2.000 tentara untuk melarikan diri ke luar negeri.

“Kami berharap ini menandai dimulainya lebih banyak pembelot yang diizinkan masuk ke Eropa,” imbuhnya.

Chuviliaev mengatakan bahwa masing-masing pembelot diperiksa dengan cermat selama berbulan-bulan untuk mengetahui “sikap anti-perang yang kuat dan konsisten” mereka sebelum diizinkan masuk ke Prancis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PrancisrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Elon Musk Berikan $75 Juta ke Kelompok pro-Trump
Tulisan selanjutnya Drone Karrar yang menjadi momok Israel 5 Drone Mematikan yang Jadi Momok bagi ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?