Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China dan Amerika Serikat Bertukar Tahanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2024 16:39 4:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2024 16:39
Bagikan
[Ilustrasi] Sel tahanan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tiga warga negara Amerika Serikat yang ditahan di China dilepaskan untuk ditukar dengan tiga warga China yang ditahan di AS.Mark Swidan, Kai Li, dan John Leung sedang dalam perjalanan kembali ke AS, kata seorang juru bicara National Security Council (NSC) dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Rabu (27/11/2024).

“Mereka akan segera pulang dan dipersatukan kembali dengan keluarga untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun,” kata pernyataan itu seperti dilansir BBC.

Pihak China pada hari yang sama mengkonfirmasi pertukaran tahanan tersebut.

“Berkat usaha keras pemerintah China, tiga warga negara China yang ditahan secara salah oleh Amerika Serikat telah kembali ke tanah air mereka dengan selamat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam sebuah pernyataan.

Presiden Biden mengangkat isu warga Amerika yang ditahan secara salah di China secara langsung kepada Presiden Xi Jinping awal bulan ini ketika keduanya bertemu selama pertemuan puncak APEC di Peru, menurut seorang pejabat Amerika yang mengetahui perihal negosiasinya. Swidan, 48, ditahan sejak 2012 dan menghadapi hukuman mati setelah divonis bersalah dalam kasus perdagangan narkoba. Swidan membantah tuduhan itu.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mark Li, 60, ditahan di China sejak September 2016 dengan tuduhan spionase.John Leung, 78, ditangkap pada 2021 dan dua tahun kemudian divonis bersalah dalam dakwaan spionase dengan hukuman penjara seumur hidup. Dia memimpin sejumlah kelompok pro-Beijing di Amerika Serikat.

Menurut laporan New York Times, sejumlah pejabat AS menegosiasikan pembebasan warga China Xu Yanjun, 42, yang dua tahun silam divonis bersalah di AS dalam dakwaan spionase dan dijatuhi hukuman penjara 20 tahun. Xu merupakan agen intelijen pemerintah China pertama yang pernah diekstradisi ke AS untuk menjalani proses peradilan, kata Departemen Kehakiman AS.

Per hari Rabu (27/11/2024), di dalam sistem US Bureau of Prisons status Xu disebutkan “tidak dalam tahanan BOP”.

Selama empat tahun di Gedung Putih, pemerintahan Presiden Joe Biden berhasil mengupayakan pembebasan lebih dari 70 warga Amerika dari sejumlah negara yang bermusuhan dengan Washington seperti Rusia, Venezuela, serta Iran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatchina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FBI Selidiki Ancaman Bom Terhadap Calon Menteri Pilihan Donald Trump
Tulisan selanjutnya Inilah Tingkatan-Tingkatan Iman Manusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?