Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menteri Luar Negeri Suriah Kibarkan Bendera Baru di Markas PBB

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 April 2025 23:01 11:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 April 2025 23:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Luar Negeri Suriah, hari Jumat (25/4/2025), mengibarkan bendera baru negaranya di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, sebagai “proklamasi eksistensi Suriah pasca rezim Bashar Assad”.

Asaad al-Shaibani mengibarkan bendera Suriah dengan tiga bintang (yang lama dua bintang), yang resmi dipakai setelah penggulingan Assad pada Desember tahun lalu.

Dia kemudian berbicara di Dewan Keamanan PBB, di mana dia mendesak masyarakat internasional mencabut sanksi-sanksi atas Suriah dan menekan Israel untuk keluar dari wilayah Suriah.

“Bendera ini bukan sekedar simbol, tetapi juga merupakan proklamasi dari sebuah eksistensi baru,” kata Asaad al-Shaibani dalam pidato perdana di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak rezim Bashar Assad digulingkan pasukan oposisi, Zionis Israel mengerahkan pasukan sebuah zona penyangga yang dikawal pasukan perdamaian PBB yang memisahkan pasukan Israel dan pasukan Suriah di wilayah Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) sejak 1974.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

“Kami memohon Dewan Keamanan PBB untuk melakukan tekanan atas Israel supaya menarik diri dari Suriah,” kata al-Shaibani.

Dia mengatakan bahwa serangan-serangan udara Israel atas wilayah Suriah “tidak hanya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Suriah, tetapi juga merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional.”

“Kami sudah berulangkali mengutarakan komitmen kami bahwa Suriah tidak akan menimbulkan ancaman terhadap negara tetangga manapun atau negara manapun di dunia, termasuk Israel,” tegasnya.

Kunjungan Al-Shaibani ke PBB dilakukan setelah Gubernur Bank Sentral Suriah dan Menteri Keuangan Suriah menghadiri pertemuan musim semi di International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, untuk pertama kalinya sejak lebih dari 20 tahun.

Suara Al-Shaibani didukung oleh utusan khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, yang memperingatkan bahwa tindakan Israel yang melanggar integritas teritorial Suriah mengancam proses transisi yang sedang berlangsung di negara itu.

Dia mengatakan pendekatan Israel yang “sangat konfrontatif” tidak dibenarkan karena adanya ruang untuk diplomasi.

Pedersen juga menyerukan supaya sanksi-sanksi terhadap Suriah untuk dilonggarkan.

Sebagian negara Eropa dan Barat sudah melonggarkan beberapa sanksi atas Suriah, sementara sebagian lain termasuk Amerika Serikat mengatakan akan menunggu sambil melihat bagaimana kinerja pemerintahan Suriah yang baru.

Pedersen juga menyerukan dicabut lnya sanksi yang dijatuhkan atas pemerintahan Suriah sebelumnya.Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sanksi-sanksi ekonomi memukul keras Suriah, di mana lebih dari 90 persen rakyat sekarang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pedersen mengatakan transisi negara tersebut dari tahun-tahun pemerintahan Assad berada pada “titik kritis yang sesungguhnya.”Banyak hal telah dicapai, tetapi “situasinya sangat rapuh,” katanya memperingatkan, sambil menyerukan supaya ada lebih banyak keterlibatan politik dan tindakan ekonomi.

Pedersen, yang belum lama ini berada di Damaskus, juga menyoroti tantangan yang dihadapi komunitas Syiah Alawiyah, yang merupakan basis pendukung Bashar Assad.

Awal Maret, komunitas yang banyak tinggal di kawasan pesisir Latakia itu mengalami serangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:benderaPBBsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iraq Tangkap Tersangka ISIS Terkait Serangan Truk di New Orleans
Tulisan selanjutnya Menteri Urusan Muslim Singapura: Ras dan Agama Jangan untuk Kepentingan Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?