Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mengapa Sound Horeq Haram? Ini Penjelasan KH Muhibbul Aman Aly”

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juli 2025 11:24 11:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juli 2025 11:45
Bagikan
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk, Pasuruan, KH Muhibbul Aman Aly
Bagikan

Hidayatullah.com – Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk, Pasuruan, KH Muhibbul Aman Aly menjelaskan secara rinci dasar pengharaman sound horeq  yang belakangan menjadi kontroversi di tengah masyarakat.

Dalam forum bahtsul masail yang digelar pada 1 Muharram lalu, para kiai NU memutuskan bahwa sound horeq hukumnya haram secara mutlak, tidak sekadar karena kebisingannya, tetapi karena unsur kemungkaran yang menyertainya.

Menurut KH Muhibbul Aman Aly, istilah “sound horeq” merujuk pada fenomena baru berupa hiburan jalanan yang menyertakan sound system berdaya sangat tinggi disertai tontonan joget, pakaian tak pantas, dan kadang disertai minuman keras, serta berdampak negatif pada masyarakat. Ini berbeda dengan sound system biasa yang dipakai untuk pengajian, pernikahan, atau acara formal tanpa unsur hiburan liar.

“Sound horeq bukan sekadar speaker besar. Ia jadi tontonan massal dengan suara mengglegar, joget-jogetan, kadang disertai penampilan tak senonoh. Inilah yang kami soroti. Maka, hukum haramnya bukan hanya karena suara keras, tapi karena kemungkaran dan dampak sosial yang ditimbulkan,” tegas Kiai Muhibbul.

Tiga Alasan Utama Diharamkan

Baca Juga

Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’

Dalam fatwa yang dikeluarkan oleh forum bahtsul masail, para kiai tiga aspek utama dari sound horeq:

1.      Kebisingan suara yang ekstrem, mengganggu kenyamanan masyarakat.

2.      Kegiatan dalam acara, seperti joget, pakaian terbuka, bahkan dalam beberapa kasus terjadi pelanggaran norma agama.

3.      Dampak sosial-akhlak, terutama terhadap anak-anak dan remaja yang terpapar tontonan tidak mendidik.

“Sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

‘Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.’ (QS. Luqman: 18)

Dan juga sabda Nabi ﷺ:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا ٱلْمُجَاهِرِينَ

‘Seluruh umatku dimaafkan kecuali yang terang-terangan berbuat dosa.’ (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam pandangan para ulama, sound horeq termasuk bentuk al-munkar al-jahr (kemungkaran yang dipertontonkan terang-terangan), yang justru semakin membahayakan karena dikemas dalam bentuk hiburan.

Beda Sound horeq dan Sound system Biasa

KH Muhibbul menekankan bahwa yang diharamkan adalah sound horeq sebagai paket hiburan yang merusak, bukan teknologi pengeras suara itu sendiri.

“Sound system untuk pengajian, mantenan, shalawatan, itu boleh bahkan berpahala. Tapi kalau dipakai joget liar, pamer aurat, musik keras, dan merusak akhlak, itu jadi haram. Maka kami tegaskan: sound horeq beda dengan sound system biasa,” ujarnya.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa sejak 2010 dan makin marak pasca-COVID-19, penggunaan sound system berubah fungsi dari alat bantu keagamaan dan sosial menjadi tontonan liar di jalanan.

Haram secara Mutlak

Fatwa yang dikeluarkan bersifat haram mutlak, artinya tidak bergantung pada seberapa bisingnya suara atau terganggu tidaknya warga. Selama dalam acara tersebut ada unsur kemungkaran, maka hukumnya tetap haram.

“Haram mutlak itu maknanya, walaupun tidak mengganggu secara fisik, tapi karena mengandung munkarāt (kemungkaran) dan dampak sosial buruk, tetap haram,” jelasnya.

Dalam bahasa fikih, tindakan ini termasuk سدّ الذرائع (menutup pintu-pintu menuju kerusakan) demi menjaga moral dan masa depan generasi muda.

Seruan ke Pemerintah dan Masyarakat

KH Muhibbul mengajak pemerintah daerah ikut menindaklanjuti fatwa ini agar budaya yang merusak tidak semakin meluas. Ia berharap adanya regulasi yang tegas dari pemerintah terhadap penyelenggaraan sound horeq.

“Kami berharap pemerintah Jawa Timur, khususnya Pasuruan, jangan tinggal diam. Ini ancaman bagi akhlak generasi muda kita. Mari kita cegah sejak dini,” katanya.

Kepada masyarakat dan pelaku ekonomi di balik bisnis sound horeq, ia memberikan solusi: tetap bisa berusaha dengan cara yang halal dan mendidik.

“Kami tidak melarang kegiatan ekonomi atau penyewaan sound system. Yang kami larang adalah ketika alat itu digunakan untuk kegiatan yang melanggar syariat dan merusak moral,” pungkasnya.

Fatwa haram atas sound horeq menjadi perhatian luas di Jawa Timur, bahkan didukung oleh MUI Jatim. Perbedaan antara sound system biasa dan sound horeq bukan pada alatnya, tapi pada fungsi dan konteks penggunaannya. Ini menunjukkan betapa ulama tidak anti-teknologi, tetapi tegas terhadap penggunaan teknologi yang mengarah pada kerusakan moral.

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10).

Dengan pendekatan agama, budaya, dan sosial, ulama berharap masyarakat bisa membedakan antara hiburan yang sehat dan hiburan yang merusak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fatwa haramHeadlineKH Muhibbul Aman AlyPilihan Redaksisound horeqsound system
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jatim Dukung Fatwa Haram Sound Horeg, Ini Alasannya
Tulisan selanjutnya OnlyFans Dilarang, China Tegas Larang Barat yang Dinilai Rusak Moral Publik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza

Palestina Terkini
1 Agustus 2026 13:07
Apa itu Project Panama? Mengapa Anthropic Menghancurkan Buku-Buku Langka Demi Melatih AI
Hackney London Mulai Akhiri Hubungan Kota Kembar dengan Haifa ‘Israel’
Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu

Terbaru

  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
  • Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
  • Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
  • Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
  • ‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
  • Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
  • Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 

3 Agustus 2026 08:34
Berita

152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini

3 Agustus 2026 06:00
Berita

Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?

3 Agustus 2026 05:00
Berita

Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

2 Agustus 2026 17:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?