Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Beli Minyak Rusia, India Ditampar Tarif Trump 50%

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2025 19:06 7:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2025 19:06
Bagikan
(AP Photo/Evan Vucci)
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Amerika Serikat mengeluarkan perintah eksekutif berisi kenaikan 25% tarif atas produk-produk India menjadi 50% karena negara itu membeli minyak Rusia.

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan hari Rabu (6/8/2025) mengatakan bahwa impor minyak oleh India tersebut menghambat upaya AS untuk menangkal aktivitas Rusia di Ukraina.Pernyataan itu menambahkan bahwa AS akan mencari tahu negara-negara lain yang mengimpor minyak Rusia dan selanjutkan akan mengambil tindakan yang diperlukan.

Tarif baru 50% ini akan mulai berlaku dalam 21 hari atau 27 Agustus, menurut surat perintah eksekutif itu. Barang-barang produksi India yang akan dikenai tarif baru itu antara lain tekstil, batu mulia dan perhiasan, suku cadang kendaraan bermotor, makanan laut.

Produk farmasi dan elektronik, termasuk iPhone, untuk sekarang dikecualikan dari tarif AS itu.

Delhi sebelumnya menyebut ancaman kenaikan tarif Trump jika India membeli minyak Rusia sebagai kebijakan yang tidak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Dalam sebuah pernyataan sebelumnya, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri India mengatakan AS justru yang mendorong India untuk mengimpor gas Rusia pada awal konflik di Ukraina, guna memperkuat stabilitas pasar energi global.

Jubir itu mengatakan India “mulali mengimpor dari Rusia karena jalur pasokan yang biasanya dialihkan ke Eropa” menyusul konflik di Ukraina.

“India akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya,” imbuh jubir itu.

Minyak dan gas merupakan ekspor Rusia terbesar, dan konsumen terbesarnya termasuk China, India dan Turki.

Rusia sekarang menjadi penjual minyak terbesar ke India, mencakup 35% dari keseluruhan pasokan minyak India, menurut data platform komoditas global Kpler.

Data perdagangan yang dibagikan kepada Reuters menunjukkan India membeli 1,75 juta barel per hari minyak Rusia dalam kurun enam bulan pertama tahun ini.

India sebelumnya mengkritik Amerika Serikat – mitra dagang terbesarnya – karena memberlakukan tarif tersebut, sementara AS sendiri masih melakukan transaksi perdagangan dengan Rusia.

Tahun lalu, AS melakukan perdagangan barang senilai kira-kira $3,5 miliar dengan Rusia, meskipun Washington memberlakukan banyak sanksi dan tarif terhadap Moskow.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatIndiarusiaTrump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemain timnas Sri Lanka Pemain Timnas Sri Lanka Disanksi FIFA Usai Selebrasi Pakai Kaos ‘Free Palestine’
Tulisan selanjutnya airdrop atau bantuan udara ke Gaza Program Pangan Dunia: Kelaparan di Gaza Tak Bisa Diselesaikan Lewat Bantuan Udara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?