Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banjir Bandang Tewaskan 200 Orang di Pakistan dan Kashmir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2025 10:38 10:38 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2025 10:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sedikitnya 194 orang kehilangan nyawa kurun 24 jam selama hujan deras yang mengakibatkan longsor dan banjir bandang di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, lansir BBC Jumat (15/8/2025).

Kebanyakan kematian, 180, tercatat di provinsi pegunungan Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat laut. Sedikitnya 30 rumah rusak dan sebuah helikoper jatuh saat melakukan penyelamatan, merenggut nyawa lima krunya.

Sembilan orang tercatat tewas di Kashmir, sementara lima orang di daerah Gilgit-Baltistan di bagian utara daerah itu dilaporkan meninggal dunia. Pihak berwenang mengatakan hujan lebat diperkirakan masih akan turun sampai 21 Agustus di bagian barat laut Pakistan di mana sebagian daerah sudah dinyatakan darurat bencana.

Di Buner, seorang penyintas mengatakan kepada AFP banjir datang seperti “kiamat”.

“Saya mendengar suara keras seolah-olah gunung runtuh. Saya bergegas keluar dan melihat semua area bergetar, seperti dunia akan kiamat,” kata Azizullah.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Tanah bergetar karena airnya sangat kuat, dan rasanya seperti kematian di depan mata.

“Menteri Kepala Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gadapur, mengatakan helikopter M-17 jatuh disebabkan cuaca buruk saat terbang ke Bajaur, sebuah daerah yang berbatasan dengan Afghanistan.

Foto-foto reporter AFP menunjukkan di Bajaur kerumunan orang menyaksikan sebuah ekskavator yang sedang mengais lumpur di perbukitan. Shalat janazah dilakukan tidak jauh dari tempat itu, sementara warga menangis di depan sejumlah mayat yang ditutupi selimut.

Sementara itu di bagian Kashmir yang dikuasai India, petugas mengambil sejumlah mayat yang terkubur longsor dan reruntuhan pada hari Jumat setelah banjir melibas sebuah desa di kawasan pegunungan Himalaya, menewaskan sedikitnya 60 orang dan menghanyutkan puluhan lainnya.

Hujan muson antara bulan Juni dan September mencakup sekitar tiga perempat curah hujan tahunan di kawasan Asia Selatan. Longsor dan banjir kerap terjadi dan lebih dari 300 orang pada musim tahun ini sudah menjadi korban nyawa.

Pada bulan Juli di Punjab, di mana hampir setengah dari 255 juta populasi Pakistan tinggal, tahun lalu mencatat 73 persen hujan lebih tinggi dan kematian lebih banyak dari seluruh musin angin muson sebelumnya.Ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim menjadikan kejadian-kejadian cuaca semakin ekstrem dan sering.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banjirPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Tulisan selanjutnya PBB: Sedikitnya 1.760 Orang Tewas Saat Mencari Bantuan Makanan di Gaza Sejak Akhir Mei

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?