Hidayatullah.com—Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Hartyo Harkomoyo, secara tegas menyanggah kabar adanya rencana kunjungan resmi Indonesia ke ‘Israel’ yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media dan disebarkan melalui akun media sosial.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas pemberitaan dari media ‘Israel’ yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan ke Tel Aviv dalam waktu dekat.
“Tidak ada rencana sebagaimana diberitakan tersebut,” demikian ujar Hartyo dalam keterangan persnya.
Pernyataan penolakan ini juga diperkuat oleh sumber dari pemerintah Indonesia lainnya, yang menyebut bahwa laporan media ‘Israel’ tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
Sebelumnya, sejumlah media ‘Israel’ seperti The Times of Israel dan Ynet memberitakan bahwa Presiden Prabowo akan mengunjungi ‘Israel’ “segera,” kemungkinan antara Selasa atau Rabu.
Laporan itu menyebut bahwa persiapan sudah dilakukan agar kunjungan menjadi kenyataan, yang akan menjadi langkah diplomatik penting apabila terealisasi, kutip TRT World.
Namun, Indonesia — melalui Kemlu dan pejabat terkait lainnya — menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa agenda kunjungan ke ‘Israel’ tidak ada dalam perencanaan resmi manapun.
Bertolak ke Mesir
Presiden Prabowo bertolak ke Mesir dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/10/2025) dini hari. Presiden akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Kepala Negara mendapatkan undangan secara khusus untuk menghadiri KTT Gaza. Presiden Prabowo memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut guna menjaga hubungan baik dan mengawal Palestina merdeka.
“Bapak Presiden menyampaikan kepada kita untuk menjaga hubungan baik dan itu bagian juga dari ikhtiar kita selama ini. Presiden memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut,” kata Menteri Prasetyo seperti dilansir RRI.
Dalam konteks hubungan bilateral Indonesia–’Israel’, penting dicatat bahwa negara Indonesia hingga saat ini tidak menjalin hubungan diplomatik resmi dengan penjajah ‘Israel’, seiring dukungannya yang konsisten terhadap kemerdekaan Palestina dan posisi di forum internasional.
Pernyataan Hartyo Harkomoyo ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan klarifikasi terhadap publik bahwa laporan tentang kunjungan Presiden Prabowo ke ‘Israel’ seperti yang diberitakan media ‘Israel’ bukanlah fakta, melainkan desas-desus yang tidak didukung bukti kuat.*




