Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Terus Hasut Pengikutnya, Pemimpin Druze: Kami Bagian dari Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 14 Januari 2026 15:29 3:29 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 14 Januari 2026 16:00
Bagikan
Minoritas Druze
Bagikan

Hidayatullah.com – Hikmat al-Hijri, seorang pemimpin Druze di provinsi Suwayda, Suriah selatan kembali menyebarkan hasutannya terhadap negara Suriah. Pemimpin agama itu secara terbuka menyatakan bahwa para pengikutnya adalah “bagian yang tak terpisahkan dari Israel.”

Al-Hijri menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa oleh harian Israel Yedioth Ahronoth.

Komunitas Druze di Suwayda memiliki tiga tokoh agama yang seringkali berbeda sikap. Mereka ialah Hikmat al-Hijri, Hammoud Yahya al-Hinnawi, dan Yusuf Jarbou’. Pengikut al-Hijri merupakan minoritas dan tidak dianggap mewakili komunitas Druze di provinsi tersebut.

“Kami menganggap diri kami sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keberadaan Negara Israel. Hubungan ini bersifat internasional dan sangat penting,” kata al-Hijri.

Meskipun Israel berulang kali melakukan serangan militer di seluruh wilayah tersebut, ia mengklaim bahwa Israel adalah “satu-satunya penjamin dan pihak yang berwenang untuk membentuk pengaturan di masa depan.”

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Menanggapi pengaturan tersebut, al-Hijri mengatakan bahwa “tuntutan utama adalah kemerdekaan penuh,” menambahkan bahwa periode transisi pemerintahan sendiri di bawah pengawasan penjamin eksternal dapat diterima.

Dari sudut pandangnya, ia mengatakan “Israel adalah pihak yang tepat untuk ini,” merujuk pada seruannya agar Suwayda menjadi “entitas yang merdeka.”

Ia kemudian mempromosikan apa yang ia sebut sebagai “pembagian dan pembentukan pemerintahan otonom di samping kemerdekaan,” mengklaim bahwa ini akan menjamin “masa depan yang lebih baik bagi minoritas dan stabilitas regional di seluruh Timur Tengah.”

Dalam serangan terhadap pemerintah Suriah, yang berulang kali menekankan bahwa Druze adalah komponen inti negara tersebut, al-Hijri menuduh bahwa “sistem saat ini adalah yang paling brutal,” menegaskan bahwa sistem tersebut dibentuk sebagai “perpanjangan langsung dari al-Qaeda.”

Ia juga memuji pelanggaran kedaulatan Suriah oleh Israel, yang dilakukan dengan dalih melindungi komunitas Druze, dengan mengatakan: “Bukan rahasia lagi bahwa Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang melakukan intervensi militer.”

Meskipun ada pengiriman bantuan kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh pemerintah Suriah ke Suwayda, al-Hijri mengklaim tidak ada hubungan dengan Damaskus, dan mengulangi tuntutannya untuk “wilayah Druze yang merdeka.”

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa hubungan antara para pengikutnya dan Israel sudah ada sejak sebelum jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024.

Para pendukung al-Hijri sebelumnya telah menuai kemarahan luas di kalangan warga Suriah setelah secara terbuka menyerukan perlindungan Israel, mengorganisir demonstrasi di mana bendera Israel dikibarkan dan permohonan disampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk campur tangan dalam urusan internal Suriah.

Ini bukan pertama kalinya al-Hijri menyerukan “entitas independen” atau memuji Israel. Pada September tahun lalu, ia secara terbuka berterima kasih kepada Netanyahu dalam pidato yang direkam atas intervensi militer Israel terhadap pasukan pemerintah Suriah setelah kerusuhan di Suwayda pada Juli 2025.

Provinsi tersebut tetap berada di bawah perjanjian gencatan senjata sejak bulan itu, setelah bentrokan antara suku-suku Badui dan kelompok-kelompok Druze menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.

Namun, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan al-Hijri telah berulang kali melanggar gencatan senjata dan menargetkan posisi militer, sementara pemerintah telah mematuhi perjanjian tersebut, memfasilitasi evakuasi dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Sejak penggulingan rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024, pemerintahan baru Suriah telah mengambil beberapa langkah untuk memulihkan keamanan di Suriah. Pemerintahan Ahmad al-Sharaa juga melakukan reformasi politik dan ekonomi sambil memperluas kerja sama dengan mitra regional dan internasional.

Assad, diktator Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada Desember lalu, mengakhiri rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963. Pemerintahan transisi baru yang dipimpin oleh Presiden Ahmad al-Sharaa dibentuk pada Januari 2025.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad al-SharaaDruzeisraelkonflik Timur Tengahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen PBB Peringatkan Israel Bisa Dituntut ke ICJ atas Tindakannya Terhadap UNRWA
Tulisan selanjutnya Musim Dingin Mematikan di Gaza, 21 Anak-Anak Syahid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?