Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Universitas Inggris Diminta Melapor ke Intelijen Bila Ada Interferensi Asing

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2026 17:48 5:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2026 17:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Para pimpinan universitas di Inggris diminta untuk melaporkan ancaman interferensi asing langsung ke pemerintah dan dinas-dinas keamanan.Menteri Pendidikan Tinggi Jacqui Smith mengatakan perguruan tinggi du Inggris sudah menjadi “target utama dari negara-negara asing dan musuh”.

Dia mengatakan pemerintah tidak memandang ringan masalah ini dan akan menganggarkan £3 juta untuk berbagai langkah penanganan termasuk platform aman baru bagi para wakil rektor dan komandan keamanan yang ditunjuk masing-masing universitas untuk melaporkan pendekatan atau interferensi yang mencurigakan.

Langkah itu diambil setelah para pemimpin senior 70 universitas Inggris menghadiri pengarahan bersama Sir Ken McCallum, dirjen dinas intelijen MI5, guna membahas kemungkinan bentuk-bentuk interferensi yang tampak, seperti sensor riset dan intimidasi terhadap staf, lansir BBC Jumat (6/2/2026).

Sebuah laporan yang dirilis Agustus tahun lalu mengatakan para mahasiswa asal China di Inggris mendapatkan tekanan untuk memata-matai teman sekelasnya.Wadah pemikir UK-China Transparency (UKCT) mengatakan hasil surveinya terhadap kalangan akademisi studi tentang China mendapati adanya peringatan dari pejabat pemerintah China supaya topik-topik tertentu tidak dibahas di kelas mereka.

Sebagian akademisi juga dikabarkan mengalami intimidasi oleh dosen tamu atau pejabat China lain, serta oleh staf di Confucius Institutes.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Institut itu merupakan organisasi-organisasi mitra yang menghubungkan universitas China dan Inggris dengan badan pemerintah China yang menyediakan pendanaan.

Mereka mempromosikan kebudayaan dan bahasa China di kampus-kampus Inggris, tetapi mendapatkan kecaman karena keterkaitannya dengan Partai Komunis China.

Kedutaan China di London kala itu menyebut laporan UKCT itu tidak berdasar dan absurd, seraya menambahkan bahwa China menghormati kebebasan berbicara di Inggris dan tempat-tempat lainnya.

Pada November 2025 laporan BBC mengabarkan tentang bagaimana serangkaian pelecehan dan intimidasi terjadi di Sheffield Hallam University dengan tujuan menutup sebuah riset akademik yang menelusuri dugaan praktik kerja paksa di kalangan Muslim Uighur di wilayah Xinjiang, China.

Laura Murphy, seorang profesor bidang hak asasi manusia dan perbudakan modern, mengatakan kala itu bahwa pihak Sheffield Hallam University melakukan “negosiasi langsung dengan dinas intelijen asing untuk menukar kebebasan akademik saya dengan akses ke pasar mahasiswa China”. Sheffield Hallam kemudian meminta maaf kepada Murphy.

Kedutaan China mengkritik sebagian hasil riset universitas itu tentang Xinjiang memiliki “kesalahan fatal”.

Menanggapi desakan universitas Inggris untuk melapor jika ada interferensi asing, direktur kebebasan berbicara di badan regulator pendidikan tinggi Inggris Office for Students, Arif Ahmed, mengatakan, “Kami selalu menegaskan dengan jelas bahwa universitas-universitas harus menangkal ancaman negara asing terhadap kebebasan akademik, dan bahwa tekanan terhadap riset disebabkan ketidaksetujuan dari pemerintah asing merupakan tindakan yang sama sekali tidak bisa diterima dalam keadaan apapun.”

Dr Tim Bradshaw, pimpinan eksekutif Russell Group of universities, menyambut baik imbauan untuk melaporkan interferensi asing ke pemerintah dan dinas keamanan terkait, mengatakan bahwa hal itu akan memberikan keberanian bagi lembaga pendidikan karena mereka mengetahui adanya dukungan dari pihak otoritas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Desa di Turki Penduduknya Kurang dari 10 Jiwa
Tulisan selanjutnya Uganda Gay Homo Mahkamah Agung Filipina Menyatakan Pasangan Homoseksual Bisa Memiliki Properti Bersama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?