Hidayatullah.com – Para pemukim ilegal Israel pada Selasa (21/04/2026) pagi menyerbu kompleks Masjidil Aqsha di Yerusalem, mengibarkan bendera Zionis dan melakukan ritual Yahudi di tempat suci umat Muslim tersebut.
Para pemukim dari gerakan ekstremis Yahudi “Bukit Bait Suci” memasuki halaman masjid di bawah perlindungan pasukan Israel, melakukan tindakan provokatif pada apa yang disebut “Hari Kemerdekaan” Israel.
Sejumlah foto yang diunggah ke media sosial menunjukkan para pemukim Israel berpose di depan Kubah Batu, serta melakukan ritual di halaman masjid.
Pemerintah Provinsi Yerusalem mengecam provokasi terbaru di Masjidil Aqsa dan menyebutnya serangan langsung terhadap kesucian masjid dan upaya untuk men-Yahudikannya.
Secara terpisah, pemerintah provinsi melaporkan bahwa Israel melarang panggilan adzan sholat Isya dari menara Masjid Al-Aqsha. Zionis berdalih suara tersebut bertepatan dengan sirene yang merayakan “Hari Peringatan” untuk para prajuritnya yang tewas.
Aksi itu merupakan hal yang setiap tahun terjadi saat Israel memperingati Hari Peringatan dan mengadakan upacara di Lapangan Tembok Barat.
Di tempat lain, foto yang dibagikan di Telegram oleh jurnalis Israel Amit Segal menunjukkan pasukan Israel mengibarkan bendera di daerah lain yang diduduki Israel, termasuk Gaza dan Lebanon selatan.
Sebuah video menunjukkan tentara Israel melambaikan bendera dan memberi hormat saat mereka berdiri di tengah reruntuhan desa Lebanon.
“Tentara kita menyanyikan Hatikvah di suatu tempat di Lebanon,” tulis Segal.
Foto lain menunjukkan Rumah Sakit Indonesia di Jabalia, Gaza, dengan bendera Israel terbentang di atas gedung, dengan kutipan berbahasa Ibrani dari Taurat.
“Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa betina, dan meninggikan dirinya seperti singa,” demikian bunyi kata-kata di bendera tersebut, dikutip dari Kitab Bilangan.
Rumah Sakit Indonesia, salah satu pusat medis terbesar di Gaza, telah berulang kali menjadi sasaran pasukan Israel sejak pecahnya perang di Gaza. Pada Juli 2025, Israel membom rumah direktur rumah sakit tersebut, Dr. Marwan al-Sultan, menewaskan beliau beserta istri, anak perempuan, dan menantunya.*




