Hidayatullah.com– Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail membantah laporan sebuah media yang menyamakan aktivitas perdagangan narkoba di Langkawi seperti operasi kartel internasional.
Menurutnya, besaran aktivitas perdagangan narkoba di pulau wisata itu tidak bisa disamakan dengan kartel narkoba yang dipimpin oleh Pablo Escobar, yang mengontrol seluruh aktivitas kejahatan narkoba dari huku sampai hilir.
“Di Langkawi, tidak sebesar itu, tetapi tidak apa-apa, media itu (Harian Metro) memilih untuk berkata demikian, tidak apa-apa, itu pilihan mereka,” kata Saifuddin seperti dilansir kantor berita Bernama.
“Kami tahu, kami bertindak atas informasi intelijen yang kami miliki dan pengintaian kami tidak dilakukan setelah media mengungkapnya, tidak, pengintaian berlangsung terus dan bila masanya tiba, kami akan bertindak melakukan penggerebekan,” kata Saifuddin kepada awak media usai menghadiri acara Instilling Noble Values at his Community Service Centre di Taman Sejahtera, Lunas, hari Jumat (15/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa investigasi atas aktivitas perdagangan narkoba di Langkawi dilakukan secara komprehensif, dengan menyelidiki kelompok kriminal terorganisir dan dugaan keterlibatan aparat hukum di dalamnya.
Saifuddin Nasution mengatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan melindungi orang-orang yang terlibat dan akan memproses mereka menurut hukum yang berlaku.
Mengomentari perihal usulan Menteri Besar Kedah, Datuk Seri Muhammad Sanusi Md Nor, supaya polisi menembak pengedar narkoba, Saifuddin mengatakan masalah yang berkaitan dengan narkoba harus ditangani secara rasional.
Dia juga menjelaskan bahwa Kedah termasuk di antara negara bagian di Malaysia yang memiliki masalah narkoba paling serius.*




