Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Liberalisme Bebaskan Orang Lakukan Apapun, Meski Mencelakakan Diri Sendiri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2015 09:47 9:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2015 16:39
Bagikan
Dr. Khalif Muammar
Bagikan

Hidayatullah.com–Bukan hal yang mudah untuk menjelaskan hakikat sebenar liberalisme mengingat ideologi ini terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Karena itu, penting umat Islam memahami hakikat liberalisme yang sebenarnya, sebelum melakukan kritik terhadapnya. Tanpa itu, itu sama saja dengan, “Memanah dengan mata tertutup,” demikian disampaikan Dr. Khalif Muammar A. Harris, Profesor Madya di Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS) Universiti Teknologi Malaysia Kuala Lumpur, dalam kajian pemikiran PIMPIN Bandung “Islam dan Filsafat Liberalisme”pada Ahad, 13 Desember 2015. Kegiatan yang bertempat di bertempat ruang GSS A Masjid Salman, ITB.

Mengutip Edmund Fawcett dalam Liberalism: The life of an Idea, pakar peradaban Islam ini menyebutkan ada empat ide pokok pemikiran liberalisme.

Pertama, respect people on their own right, artinya hak individu harus dihormati, seperti haknya untuk menentukan tujuan dan pandangan hidup, dan tidak boleh ada paksaan dari pihak lain terhadap tujuan pandangan itu, termasuk dari agama sekalipun.

Kedua, conflict is inescapeable, artinya konflik antar manusia itu tidak terelakkan dan wujudnya keharmonisan merupakan hal yang tidak mungkin dan juga merupakan hal yang tidak baik. Sebab konflik diperlukan untuk memacu kreatifitas dan kompetisi.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Ketiga, resistance to power, artinya kekuasaan manusia mesti dilawan, sebab kekuasaan itu cenderung kepada kekejaman dan kesewenang-wenangan. Kekuasaan yang adil menurut paham liberal adalah hal yang tidak mungkin terwujud.

Keempat, change is inevitable and good, artinya, perubahan merupakan hal yang pasti dan juga baik, karena tabiat manusia dan masyarakat memang dinamik. Karena itu pemerintah atau otoritas apapun tidak boleh terlalu membatasi masyarakat dalam melaksanakan kepercayaan dan aktifitas hidupnya.

Dari sisi politik, gerakan liberalisme muncul pada abad ke-19. Namun, sebagai pandangan hidup atau kepercayaan liberalisme telah dicetuskan oleh pemikir-pemikir Eropa sejak abad ke-16. Di antaranya adalah Rene Descartes, John Locke, Voltaire, David Hume, Immanuel Kant, dan John Stuart Mills.

Menurutnya, tokoh-tokoh itu notabene pemikir Barat semuanya. Ini menunjukkan bahwa liberalisme sejatinya merupakan hasil pergulatan sejarah masyarakat Barat dalam melawan absolutisme dari para raja, orang-orang kaya (majikan), dan juga agama (gereja).

Masalahnya, paham ini coba ditanamkan dalam tubuh umat Islam bahkan dicari pembenarannya dalam Islam, sampai-sampai dimunculkan istilah Islam liberal seakan-akan liberalisme sejalan dengan Islam. Padahal prinsip-prinsip liberal bertentangan dengan prinsip Islam.

Contoh, paham liberal jelas menentang otoritas agama mengatur hidup manusia.

“Liberalisme membebaskan manusia melakukan apapun, meskipun hal itu mencelakai dirinya, “ ujar Dr. Khalif.

Ia juga memberi contoh dalam pandangan liberal, perzinahan dan minum arak tidak boleh dilarang, meskipun hal itu jelas-jelas merusak tatanan hidup manusia.

Tujuan diturunkannya agama Islam adalah untuk menjaga manusia dari kerusakan.

“Dalam Islam keburukan harus dicegah. Perzinahan itu merusak, minum arak merusak, karena itu mesti dicegah,” tegas pembina Pimpin ini. [Baca juga: Dr. Khalif Muammar: “Toleran Saja Tak Cukup, Mesti Menerima Kebenaran”]

Karena itu Dr. Khalif menyimpulkan, “Tidak ada titik temu Islam dengan paham liberal.”/kiriman Wendi Zarman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dr. Khalif Muammarliberalismeperadaban Islampluralisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah Academy, Ingin Mengangkat Olahraga Sunnah untuk Muslimah
Tulisan selanjutnya Warga AS Buat Petisi ‘Buang’ Trump ke Antariksa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?