Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Ulama dan Cendekiawan Dunia Islam Bahas Tantangan Liberalisme di Kuala Lumpur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2014 21:44 9:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2014 21:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bertempat di Hotel The Royale Chulan, Kuala Lumpur Malaysia, organisasi Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) bekerjasama dengan Majalah Al-Bayan menggelar seminar bertema “Proyek Liberalisme; Dimensi dan Mekanismenya”.

Seminar yang dihelat selama 1 hari penuh pada tanggal 20 Desember 2014 membahas dan mendiskusikan tantangan liberalisme di dunia Islam, baik dari segi konsep, cakupan dan penerapannya dalam konteks kontemporer saat ini.
Para ulama dan cendekiawan dari berbagai negara Islam diundang hadir dalam seminar tersebut.

Partisipan datang dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Mesir, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Yaman dan Uni Emirat.

Dr. Muhammad al-Abdah menyampaikan pengantar tentang globalisasi dan ancaman terhadap identitas Islam. Dr. Abdul Rahman al-Silmi membahas konsep liberalisme dan ciri-ciri pemikirannya. Turut dibahas pula tokoh-tokoh liberal di era renaisans Eropa, oleh Tuan Haji Mohd Hazizi Abdul Rahman (Malaysia).

Tak ketinggalan dikaji pula liberalisme di bidang politik oleh Dr. Atiyyah ‘Adlan (Mesir), liberalisme bid. sosial oleh Dr. Fuad Abdul Karim (Saudi), dan liberalisme bid. Ekonomi oleh Ibrahim Mohd Hasan (Malaysia), serta pendirian pendukung liberalisme terhadap nas-nas syara’ oleh Dr. Muhammad Yusri Ibrahim (Mesir) dan Dr. Fahd ‘Ajlan (Saudi).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Selain itu dipaparkan pula pengalaman gerakan liberalisasi pemikiran Islam di Indonesia dan Malaysia.

Delegasi dari Indonesia yang berpartisipasi dalam seminar diantaranya: Dr. Anis Malik Toha (Rektor Universitas Islam Sultan Agung -UNISSULA- Semarang), Farid Okbah (praktisi dakwah), Henri Salahuddin, MIRKH (peneliti INSISTS dan MIUMI), dan Fahmi Salim, Lc. MA. (pengurus MUI pusat dan dosen UHAMKA).

Di antara belasan tema dan materi pembahasan, tema pengalaman Indonesia dan Malaysia dalam gerakan liberalisasi pemikiran Islam mendapat perhatian yang sangat panas, dan membuat prihatin para ulama dan cendekiawan negara-negara Islam. Perkembangan liberalisasi seperti yang dipraktekkan aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) dan oknum-oknum dosesn UIN/IAIN dipaparkan secara atraktif oleh Henri Salahuddin.

Demikian pula pengalaman liberalisasi di Malaysia dalam hal ini yang dipraktekkan oleh organisasi semacam SIS (Sisters in Islam), IRF (Islamic Renaissance Front) dan pemikiran partai sekuler Democratic Action Party (DAP) dan The National Evangelical Christian Fellowship dipaparkan secara gamblang oleh Dr. Zainur Rasyid dan Tuan Haji Shaharuzzaman Bistamam.

Ada benang merah dalam tema-tema yang diusung kaum liberal di Malaysia dan Indonesia seperti isu kebebasan, pluralisme agama, HAM, kawin beda agama, perkawinan sejenis, pembelaan terhadap aliran sesat, dan penistaan agama.

Pada sesi akhir seminar internasional tersebut, dihasilkan komunike bersama yang berisi 19 langkah-langkah strategis untuk membendung liberalisme di dunia Islam.

Di antaranya: mengokohkan spirit dan loyalitas terhadap identitas Islam dalam ideologi, orientasi dan praktek keseharian; mengkaji dan mengkritisi perjanjian-perjanjian internasional yang berbau liberal, berikut produk UU nasional yang meratifikasinya; menjelaskan kepada publik sikap pendirian kaum liberal terhadap nas-nas syariat, dan merumuskan strategi praktis untuk menghalaunya; membangun kesadaran umat dan menyebarluaskan bahaya pemikiran liberal melalui media-media informasi dan komunikasi yang tersedia; menghidupkan nilai-nilai Islam yang benar dan syumul melalui program-program pendidikan dan pemikiran sebagai media penangkal dan imunisasi terhadap liberalisme; mendukung lembaga-lembaga kajian dan riset yang menekuni kontra liberalisme dan membantah isu-isu yang mereka kembangkan; memaksimalkan peran para dai, khatib, media massa, praktisi hukum dan pelaku ekonomi untuk menghalau bahaya pemikiran liberal di tengah ummat.*/Laporan Fahmi Salim dari Kuala Lumpur

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dunia IslamgayhomoseksualJILlgbtliberalismeMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semoga Allah Memaafkan Prasangka Saya!
Tulisan selanjutnya Berabad-abad Vakum, Madrasah Syafi’iyah Masjid Sultan Hasan Aktif Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?