Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 April 2016 08:25 8:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2016 08:03
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Oleh: Zainal Mutaqin

 

KISAH Abrahah adalah kisah sejuta umat, kisah yang sering menjadi menu sebelum tidur  anak-anak di era 90-an. Sebuah pasukan  datang dengan kekuatan besar dari  Yaman, kemudian Allah Subhanahu Wata’ala hancurkan mereka dengan izin Nya.

Diperjalanan ke Makkah pasukannya menjarah harta penduduk Makkah, termasuk 200 unta kakek Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, Abdul Muthalib.

Sementara penduduk Makkah mencari tempat paling aman bagi mereka ke gunung-gunung, bukit-bukit untuk menyaksikan bagaimana Ka’bah dihancurkan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Hanya seorang Abdul Muthalib seorang  yang punya nyali menemui Abrahah dan pasukannya. Untuk melawan? Bukan! Hanya untuk mengambil 200 unta miliknya yang dijarah Abrahah dan antek-anteknya.

Perasaan kagum Abrahah berubah menjadi murka ketika mengetahui kedatangan Abdul Muthalib hanya untuk meminta untanya kembali,

“Apakah harta yang sepele ini yang engkau bicarakan, sedangkan Ka’bah agamamu dan agama nenek moyangmu engkau tidak mempeduliaknnya?” hardik Abrahah.

Lalu abdul Muthalib mengucapkan perkataan legendarisnya : : “إني أنا رب الإبل، وإن للبيت رباً سيمنعه” “Aku pemilik unta-unta itu, sedangkan Ka’bah ada pemilik yang akan menjaganya.”

Sejenak kita berhenti di sini. Ya di sini. Berhenti dipersimpangan jalan menuju Makkah, ketika seluruh masyarakat Makkah menyingkir, menyelamatkan harta dan jiwanya, membiarkan nasib Ka’bah kepada dzat yang menjaga dan memilikinya?

Apakah orang yang hidupnya hanya mencari kebutuhan dunianya, anaknya, keluarganya, hartanya kemudian  Allah akan menjaganya? Menjaga agamanya?  Seperti halnya Allah menjaga Ka’bah yang ditinggalkan pemiliknya?

Kalau ada yang berfikir demikaian maka ini dalah cacat moral di abad yang modern seperti sekarang ini.

Jawabannya adalah; “Ini hanya berlaku bagi umat terdahulu, Sunnah ilahiyah bagi mereka.”

Meskipun penduduk Makkah memperlihatkan sifat pengecutnya dengan berlindung di gunung-gunung, mengosongkan Makkah dengan Ka’bahnya sendirian, Allah mengutus burung-burung Ababil, mukjijat yang besar, mereka dihinakan dengan batu-batu kerikil yang kecil, menghancurkan kepongahan pasukan gajah yang dianggap wah oleh penduduk Makkah.

Kenapa pertolongan itu datang kepada penduduk pengecut? Kenapa Burung Ababil justru yang diutus membela penduduk yang tidak memperdulikan agamanya?

Inilah sunnatullah untuk umat-umat terdahulu. Allah menghancurkan orang-orang dzalim tanpa melalui tangan-tangan jihad orang yang beriman.

Lihatlah, bagaimana Allah menghancurkan umat Nabi Nuh AS dengan air bahnya, umat Nabi Luth dengan batu, umat Nabi Hud dengan suara keras yang mencabut nyawa umatnya, kaum Nabi Sholeh dengan angin topan, dan nabi-nabi yang lain.

Begitulah sunnah ilahiyah yang berlaku bagi orang-orang dzalim terdahulu sampai masa kedzaliman Abrahah.

Apakah Allah tidak membinasakan orang-orang dzalim setelahnya? Sama, hanya berbeda hanya caranya. Kalau umat terdahulu dibinasakan dengan Khawariq yang Allah turunkan mesti tanpa peperangan, tapi Sunnatullah di zaman Nabi Muhammad adalah:

“إن تنصروا الله ينصركم، ويثبت أقدامكم”..

“Kalau kalian menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kalian, dan meneguhkan kaki-kaki kalian.”

Jika kita kaum Muslimin bekerja, berjihad, amar ma’ruf nahi munkar, Jihad dengan segenap kemampuan kita, maka Burung Ababil itu turun dalam bentuknya yang lain. Itu pasti!

Adalah fakta, ketika 1000 tentara pasukan Qurais dalam Perang Badar Allah menurunkan ‘Burung Ababil’ untuk menghancurkan mereka sebelum kaum Muslimin menghadangnya, itulah sunatullah untuk umat Nabi Muhammad.

Harus ada strategi

Harus ada I’dad dan tandzim sufuf. Harus  menggelorakan semangat berjuang dan berjihad. Harus ada panglima yang cerdas nan ahli.

Baru setelah itu Allah menurunkan “Burung Ababil” nya, itulah sunnatullah untuk kita.

“إن تنصروا الله ينصركم، ويثبت أقدامكم”..

Masalahnya, apa yang telah saya, Anda dan kita semua perbuat untuk menolong agama Allah Subhanahu Wata’ala ini hingga Allah berkenan menurunkan ‘Burung Ababil’nya?*

Penulis adalah anggota MIUMI Batam. Bahan diambil dari لسنا في زمن ابرهه , Dr. Ragib As sarjani

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuan Allahburung ababiljihadKemenangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Ba’asyir Dipindahkan ke LP Gunung Sindur, Keluarga Tak Diberi Tahu
Tulisan selanjutnya Satu Jam Bersama Abdul Hayy Yusuf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia

Berita
13 Agustus 2026 17:51
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis
Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam

Terbaru

  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?