Hidayatullah.com– Keberadaan anak-anak yatim sejatinya adalah cara Allah untuk umat Islam bisa mengaktualisasikan keimanan kepada-Nya. Atas dasar tersebut, perlunya diberikan layanan kemudahan bagi Muslim yang berkemampuan menyalurkan kepeduliannya kepada mereka yang Allah dan Rasul muliakan, anak-anak yatim dan dhuafa.
Beberapa waktu lalu, digelar acara layanan tersebut di Kantor BMH Depok, kawasan GDC, Jawa Barat.
“Pada dasarnya program ini adalah media untuk memudahkan kaum Muslimin yang memiliki keterpanggilan, peduli kepada anak-anak yatim dan dhuafa agar memudahkan menyalurkan spirit keimanan mereka kepada Allah sekaligus semangat untuk ikut serta mewujudkan keadilan sosial bagi mereka yang lemah,” terang Direktur Operasional Megapolitan Laznas itu, Ade Syariful Allam.
Anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir sebagian besar merupakan anak-anak binaan Laznas yang mengikuti pendidikan di beberapa pesantren binaan di Jabodebek, kemudian panti asuhan, dan warga umum yang berlokasi tidak jauh dari pesantren maupun kantor Laznas di itu Jabodebek.
“Terima kasih BMH, kami dapat kebahagiaan di hari ini. Ada dongeng juga yang membuat kami semangat lagi belajar menjadi lebih baik, ada paket gizi dan santunan, ini benar-benar berharga bagi saya,” terang Sholihin, salah satu peserta event Doa dan Santunan 1.500 Yatim dan Dhuafa asal Jakarta Utara.
Selain doa dan santunan, Laznas itu bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) membuka layanan cek kesehatan yang mendapat sambutan antusias dari penduduk Depok, baik yang berada di sekitar GDC, Cilodong, dan Sukmajaya.
Baca: Dapat Donasi dari Masyarakat, Keluarga Almarhum Zoya Sumbangkan Sebagiannya untuk Anak Yatim
“Saya suka sakit kepala, datang ke sini temani ponakan dan ternyata ada cek kesehatan. Subhanallah, saya tidak saja bahagia karena anak saya gembira, tapi juga bersyukur, karena saya bisa cek kesehatan dan bisa mendapatkan obat secara gratis,” ucap Yayah, warga Depok.
Melihat antusiasme masyarakat, baik donatur maupun pihak penerima manfaat dalam program ini, diharapkan program ini bisa dijalankan secara bergulir setiap tahunnya.
“Alhamdulillah, luar biasa, ternyata antuasiasme donatur dan kaum muhsinin terhadap acara ini sangat tinggi, termasuk penerima manfaat, sehingga kami harapkan ke depan bisa dijalankan secara bergulir di Jabodebek,” tutur Ade, 12 November lalu.*