Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Meski Ada Rintangan, Mencetak Pengusaha di Tengah Pandemi Realistis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2020 20:52 8:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2020 05:00
Bagikan
Suasana pameran Beli Indonesia di Gedung Smesco.
Bagikan

Hidayatullah.com– President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Heppy Trenggono, menilai ormas Islam sangat siap melahirkan puluhan ribu wirausaha dengan modal soliditas dengan kesatuan pandangan yang sama dan diikat dalam satu keluarga yang sama.

Bahkan menurutnya jumlah yang ditargetkan tersebut sejatinya masih terlalu kecil jika melihat potensi yang ada. Namun, dia mengingatkan, mentalitas atau karakter menjadi penentu tercapainya harapan tersebut.

“Kaya miskin itu soal karakter, bukan urusan apa yang anda miliki hari ini. Ini abstrak tapi sebenarnya ini adalah tugas semua pemimpin. Tugas utama pemimpin adalah membangun karakter. Hanya saja, untuk membangun karakter anda harus berkarakter dulu,” kata Heppy pada Webinar Series 03 – Pra Munas V Hidayatullah bertajuk “Mencetak 10.000 Wirausahawan Mandiri dan Berdaya Guna” melalui kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (27/09/2020).

Baca: 3 Prinsip Presiden IIBF Bertahan di Saat Krisis: Kekuatan Konsumsi, Komunitas, Digital

Dia mengutarakan, Indonesia memang memiliki masa lalu kelam yang pernah dijajah ratusan tahun yang turut mempengaruhi mentalitas kita sebagai sebuah bangsa. Tetapi itu bukan alasan bahwa kita tidak bisa membangun. Lantas, bagaimana kita memulai. Menurut Heppy, banyak sekali yang bisa kita mulai.

“Kalau bicara Indonesia, saya berharap Indonesia bisa berubah dengan satu orang. Tetapi itu kan tidak bisa ditunggu. Nah solusinya, bagaimana kita mulai membangun dari bawah,” kata Heppy.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Heppy mengatakan, bangsa ini memang menunggu seorang pemimpin yang membangun karakternya. Sebetulnya, kata dia, Sukarno memahami itu tapi Bung Karno dengan tantangannya tersendiri yang berjuang dari negara yang terjajah dan berdiri menjadi sebuah negara.

“Jadi eranya Bung Karno era politik. Perhatian beliau bagaimana politik luar negeri dan sebagainya. Tetapi beliau membangun karakter,” imbuhnya.

Baca: Heppy Trenggono: Orang-orang Yahudi Belanja di Toko yang Menjual Produk-produk ‘Israel’ di AS

Heppy menilai mencetak 10.000 pengusaha Muslim bagi Hidayatullah menurutnya adalah hal yang realistis namun bukan berarti tanpa rintangan, apalagi masa seperti saat sekarang ini dimana pandemi masih menyeruak.

Di sisi lain data penggangguran saat ini juga meningkat. Heppy menyebut, berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, jumlah pengangguran sudah bertambah lebih dari 10 juta orang akibat pandemi Covid-19. Bahkan Kadin memprediksi setidaknya ada 5 juta pengangguran baru bila Indonesia benar-benar masuk ke jurang resesi.

“Kita tidak menuju krisis, nggak, (tapi) kita sedang krisis. Kita bicara krisis sejak tahun lalu. Saya tidak menyangka akan ada pandemi yang kemudian mempercepat krisis ini,” imbuhnya.

Dampak krisis ini rupanya sangat terasa tak terkecuali bagi pemain bisnis besar. Tak ayal, kini sudah ditemukan penjualan produk makanan dan minuman merek-merek besar pada turun ke jalan.

Hal ini terjadi ketika ada terjadi krisis ekonomi. Krisis ekonomi itu karena menurunnya daya beli. Daya beli menurun, ekonomi tidak berputar pada satu titik, barang menjadi langka, suplai langka, bank macet, terjadi PHK, dan seterusnya.

Tapi ternyata, kata Heppy, teori ini disampaikan, ketika atmosfer itu menjadi tipis, bukan berarti habis. Tetapi yang besar-besar memang gelagapan tapi yang kecil di bawah masih terjadi putaran ekonomi dan masih ada spending dari masyarakat.

Baca: Ustadz Abdullah Said Gagas “E-Commerce dan Marketplace” Sejak 90-an: Menjual Terasi hingga Helikopter, Sistem Pesan Antar

Itulah makanya kenapa pemain-pemain bisnis besar itu merubah target marketnya ke jalan-jalan, “karena di sana masih ada duit,” ungkapnya. Heppy mengatakan hal ini penting dia utarakan untuk kita pahami karena kita menguasai itu sebetulnya.

Untuk diketahui, jelang Musyawarah Nasional V pada 29-31 Oktober 2020 secara virtual dan berpusat di Depok, Hidayatullah menggelar sejumlah webinar pra munas. Pada Rabu (30/09/2020) sore, digelar webinar kelima dengan tema “Peran Ormas Islam Dalam Pembelaan Politik Islam”. Pematerinya Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin dan senator tiga periode Dr Abdul Aziz Qahar Muzakkar, bisa disaksikan pada kanal Youtube tersebut.* (A Chalik)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Heppy Trenggonokrisis ekonomiMunas V Hidayatullahpengusahawirausaha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah
Tulisan selanjutnya Ahli Psikologi Forensik Nilai Pelaku Perusakan Mushalla Tangerang Jangan Didispensasi Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?