Hidayatullah.com—Pengurus Pusat Penulis Muda Nusantara (PENA) Imam Nawawi mengatakan, kebenaran dan kebaikan adalah nilai universal yang diakui oleh setiap manusia.
Pria yang rajin menulis di media massa nasional ini menyampaikan bahwa kebenaran (al-haq) bisa disebarluaskan melalui tradisi menulis.
“Olehnya, seorang Muslim tidak hanya memberitakan informasi atau menceritakan peristiwa, tapi harus bermuatan nilai-nilai positif, berupa kebenaran,” imbuh Imam yang memberikan materi “Menulis sebagai Kepribadian”.
Lebih jauh, Imam menjelaskan bahwa tradisi menulis adalah budaya ilmu sekaligus warisan mahal yang harus dijaga oleh setiap pemuda Islam.
“Ini adalah peninggalan Nabi, Sahabat, dan para ulama lainnya,” ucap Imam dalam acara yang bertajuk “Membangun Bangsa Dengan Menulis” ini di Gedung Teatrikal Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menerangkan.
Acara ini diselenggarakan Baitul Mal Hidayatullah (BMH), komunitas Penulis Muda Nusantara (PENA) dengan menghadirkan 100 peserta yang lolos seleksi dari 450 peserta pendaftar. Acara ini juga menghadirkan tiga orang pemateri; Cholis Akbar (Redaktur Pelaksana hidayatullah.com), Masykur (Ketua Umum PUSNA), dan Imam Nawawi (Pemimpin Redaksi Majalah Mulia).
Di hadapan 100 orang peserta, Cholis mengingatkan para pemuda agar motivasi terbesar dalam menulis dengan niat lillahi ta’ala dan untuk dakwah. Disebutkan, meski umat Islam di Indonesia saat ini dikepung ‘gurita media massa’ yang tidak berbau Islam, bukan berarti dakwah melalui tulisan ditinggalkan.
Menurutnya, rimba dunia maya saat ini bisa menjadi peluang besar para pemuda untuk mengisinya dengan tulisan-tulisan bernilai positif.
“Justru inilah tantangan setiap Muslim untuk berdakwah dan berjihad dengan tulisan,” ucap Cholis sambil mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam terkait perlunya berdakwah melalui lisan/tulisan.
Selanjutnya, pemateri kedua, Masykur memaparkan “101 Masalah dan Solusi Penulis Pemula”. Mulai dari bagaimana mengawali tulisan, mengatasi ide yang tiba-tiba hilang, hingga merawat konsistensi menulis.
Para peserta Nampak antusias ikut materi ini hingga selesai.
“Hampir-hampir semua alasan untuk tidak menulis termentahkan dengan paparan tersebut,” ucap Nahdhah, guru asal Balikpapan yang ikut acara ini.
Hal yang sama diamini oleh Nasikun, peserta asal Kebumen.
“Insya Allah saya siap gabung dalam barisan penulis Muslim. Mohon doanya,” lanjut Nasikun berharap.
Terakhir, Baitul Mal Hidayatullah (BMH) berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan memberi dukungan dalam menyukseskan acara training jurnalistik ini.
“Insya Allah kami siap membantu untuk kegiatan training jurnalistik tingkat lanjutan berikutnya,” ucap Firman Zainal, Ketua BMH Wilayah Yogyakarta.
“Ini sudah menjadi komitmen kami untuk bermitra dengan berbagai elemen umat Islam dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.*/Kiriman Putra Afriansyah, peserta Training Jurnalistik PENA