Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Soroti Syiah di Indonesia, Senat Mahasiswa Ushuludin Al Azhar Kairo Adakan Dialog Ilmiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Februari 2019 05:07 5:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2019 05:07
Bagikan
Mahasiswa al Azhar asal Indonesia antusias dialog ilmiah di Pusat Pengkajian Ruwaq Indonesia di Darosah Kairo membahas masalah Syiah di Indonesia
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari Jumat  (8/02/2019), Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin  Universitas Al Azhar  Kairo menggandeng intelektual muslim  muda asal Indonesia Dr. Syamsuddin Arif mengadakan dialog ilmiah di Pusat Pengkajian Ruwaq Indonesia di Darosah Kairo membahas masalah Syiah di Indonesia.

Dosen Pascasarjana di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan  mantan Direktur Eksekutif  Institute for The Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Jakarta ini mengangkat tema menarik “Menyoroti Syiah di Indonesia”. Acara yang dimoderatori oleh Ustad Hidayatulloh, Lc. M.A. ini menyedot perhatian lebih dari seratus tiga puluh mahasiswa Indonesia di Kairo.

Dalam pemaparannya, Syamsuddin Arif yang juga mantan dosen Universitas  Teknologi Malaysia (UTM) itu mengatakan bahwa umat Islam harus sadar dan paham tentang Syiah karena kelompok ini telah, masih, dan terus hidup dan berkembang di Indonesia.

”Jadi jika di sebutkan Syiah maka kita harus tau Syiah seperti apa yang dimaksud,” katanya.

Baca: Dr Syamsuddin Arif: “Imamologi itu Ajaran Inti Syiah”

Ia menerangkan tiga macam Syiah. Pertama adalah Syiah terminologis atau Syiah secara bahasa.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Secara bahasa (lughawî), Syiah berarti  al atbâ’u wal anshôr  yaitu pengikut atau pendukung.  Kedua adalah Syiah Politis (siyâsî) yaitu nama kelompok politis pada zaman lalu yang mendukung dan mengedepankan kepemimpinan atau keimamahan Ali radhiyallahu ‘anhu  atas Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu’anhum.  Ketiga adalah Syiah ideologis atau Syiah kepercayaan (i’tiqâdî), yang dalam hal ini bisa dibedakan menjadi  tiga tingkatan, tingkatan pertama adalah Syiah tafdhili yaitu syiah yang percaya bahwa Sayyidina Ali itu lebih afdhol daripada sahabat Abu Bakar, Umar dan Utsman tanpa mencela dan melaknat mereka contoh nya adalah sekte Syiah Zaydiyah.

Kedua, Syiah Rofidhi yaitu syiah yang menentang dan menolak kekhalifahan para khalifah sebelum dan selain Ali. Yang ketiga yaitu Syiah Ghulat yaitu Syiah yang melampaui batas dari sekedar mengunggulkan Ali di atas  para Sahabat Nabi yang lain bahkan mereka menuhankan Ali radiyallahuanhu, contoh sekte ini adalah Syiah Imamiyah yang melakukan tafdil, taqdis, dan bahkan tafkir kepada orang selain dari sektenya.

Di Indonesia sendiri, menurutnya, banyak orang yang mencoba mencari titik temu dan mengabaikan banyak perbedaan, meski perbedaan itu sangat fundamental seperti orang-rang Syiah gemar melakukan penghinaan kepada para Sahabat nabi. Kedua keyakinan akan raj’ah dan tanasukh. Bagi mereka status non-Syiah (Ahlus Sunnah) adalah murtad dan boleh dibunuh.”

Baca:  Peneliti: “Syiah Tidak Perlu Dikafirkan”

Berbicara Syiah maka kita berbicara Husein-sentrisme yaitu reduksi agama dan imam kepada keturunan Husein. Apa sebab? Ternyata dalam legenda jatuhnya Persia ke tangan orang Islam pada zaman Kekhalifahan Umar kita ketahui bahwa raja Persia memiliki beberapa anak yang salah satu di antaranya bernama Syahrbanu. Putri Syahrabanu telah dinikahkan dengan Husein bin Ali agar tidak menjadi tawanan yang terhina.  Dapat dikatakan bahwa pernikahan Husein bin Ali dengan putri Syahrabanu adalah pernikahan dua keturunan bangsawan, yaitu Husein dari bangsawan Quraisy dan Putri Syahrbanu dari bangsawan Persia yang menjadi ciri Imamologi Syiah. Maka pada perjalanannya, boleh dikata Syiah itu hasil perkawinan Iran dan Islam yang lebih mengarah pada Iranisasi Islam daripada Islamisasi Iran.

Dalam sesi tanya jawab, Syamsuddin Arif menjelaskan bahwa Syiah yang berada di Indonesia adalah mereka yang bersektekan Syiah Imamiyah Isna’asyariyah, dan untuk menghadapi mereka kita harus menyiapkan diri kita dengan ilmu dan sikap yang ilmiah karena menurutnya Syiah politik itu sudah tidak ada yang ada sekarang adalah Syiah Ideologi atau Syiah ‘Itiqodiyah.

Dialog yang berlangsung selama 2 jam dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari para peserta ini akhirnya ditutup dengan pembacaan doa dan antusias hadirin yang menggelora.*/Atta (Mesir)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AzharmahasiswaMesirSyamsuddin ArifsyiahSyiah Imamiyah Itsna Asyariyyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Kritik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Tulisan selanjutnya partai islam aljazair Sakit-Sakitan, Bouteflika Masih Ingin Maju Pilpres Aljazair

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?