Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Umat Islam itu ‘Harus’ Kaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2016 07:43 7:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2016 07:43
Bagikan
??????????
Bagikan

Oleh: Dr. Murniati Mukhlisin

 

MASYARAKAT Indonesia yang bermukim di Derby-Leicester-Nottingham (Pe-DLN) UK  memiliki kajian pekanan yang diselenggarakan secara online. Pada kajian Jumat pekan lalu, kami  membicarakan posisi dan peranan umat Islam saat ini dengan mengundang Ustad Yusuf Mansur (YM) sebagai pembicara tamu.

YM mengingatkan  tentang kekuatan doa dan asmaul husna yang harusnya menjadi pegangan umat Islam khususnya umat Islam Indonesia supaya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini.

Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang anggota kajian, Nurisma Fira,  dokter umum sekaligus penulis yang tinggal di Colchester menyampaikan kepada YM bahwa dia sering mendapatkan pertanyaan dari para ilmuwan sekuler di Inggris tentang peranan Islam dalam kemajuan peradaban umat Islam sendiri.

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

Ilmuwan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa negara-negara Barat yang secara kasat mata tidak ada peran Islam di dalam kehidupan masyarakatnya menujukkan kemajuan dalam peradaban sementara negara-negara Muslim yang kehidupannya diwarnai Islam bisa dikatakan tertinggal jauh dari negara-negara Barat tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut diatas, YM  menjelaskan bahwa tidak tepat jika mengatakan bahwa umat Islam saat ini tidak maju dan terbelakang. Sama seperti umat agama lainnya, umat Islam di seluruh dunia juga mencapai kemajuan-kemajuan di segala bidang kehidupan. Selain itu, umat Islam juga berperan aktif dalam peningkatan kemashalatan umat manusia. Namun, sayangnya keberhasilan-keberhasilan tersebut miskin publikasi oleh media-media saat ini.

Pendapat YM mungkin ada benarnya. Namun, ada baiknya kita juga kita membaca kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia yang dikutip media-media sebagai sarana muhasabah agar kita setidaknya termotivasi untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tadi.

Apa kata media?

Saat ini media menyatakan bahwa jumlah orang miskin di dunia mayoritas ditemukan dari negara-negara dengan sebagian besar penduduknya beragama Islam. Business Insider UK melaporkan bahwa separuh dari 25 negara termiskin di dunia saat ini adalah  negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Miskinnya umat Islam juga tergambar dari daftar orang terkaya di dunia yang marak dibuat media. Dari daftar tersebut, keterwakilan umat Islam masih beraada pada tingkat yang rendah. Sebagai contoh, dari 50 Orang Terkaya Indonesia versi Majalah Forbes Tahun 2015, jumlah orang Islam yang masuk dalam daftar tersebut bisa dihitung dengan jari. Posisi pertama dari  50 orang tadi, diduduki oleh Keluarga Hartono (Non-Muslim) pemilik Perusahan Rokok Djarum dan pemegang saham terbesar Bank Central Asia. Sedangkan Muslim yang masuk dalam list tersebut berada pada urutan ke-empat, Chairul Tanjung, pemilik Bank Syariah Mega Indonesia, Trans TV, dan bisnis lainnya yang kemudian diikuti oleh Achmad Hamami dan Keluarga di peringkat ke-24.

Tahun 2016 kembali Majalah Forbes melaporkan hasil risetnya tentang 100 Milyarder di Dunia Dalam Bidang Teknologi dengan total aset gabungan sebesar USD 892 milyar.

Keseratus Milyader tersebutternyata berasal dari 11 negara yang tidak satu pun negara Islam (baca: Amerika Serikat (51 orang), Cina (19 orang), Kanada (5 orang), Jerman (4 orang), Korea Selatan (3 orang), Jepang (3 orang), Hong Kong (3 orang), Taiwan (2 orang), Israel (2 orang), India (2 orang), Australia (2 orang), dan Inggris Raya, Singapura, Rusia, Brazil masing – masing 1 orang).

Dalam ulasan Sakinah Finance beberapa waktu yang lalu dengan judul Bukan Sekedar Sholat Jenazah disebutkan bahwa hampir 80 persen dari biaya umrah,  menyumbang kepada penyedia produk dan jasa yang notabene nya bukan dari pengusaha Muslim. Hal ini menunjukan ketergantungan umat yang begitu besar pada sistem yang bukan dikuasai umat Islam sendiri, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari bahkan hingga pada  penyelenggaraan ibadah haji dan dan umroh.

Selain dibidang ekonomi dan jasa, di bidang ilmu pengetahuan pun peran umat Islam masih kecil sekali. Dari1360 Highly Cited Researchers (peneliti yang paling banyak dikutip karyanya) yang dikeluarkan Google Scholar bulan Juni 2016, peranpeniliti Muslim ataupeneliti dari universitas Islam masih sangat rendah, nyaris tidak terdekteksi.

Umat itu harus kaya dan kuat

Nurlinawati Yunus seorang peneliti yang saat ini bermukim di Jerman dan  juga aktif dalam pengajian PeDLN berpendapat bahwa umat Islam itu harus kaya dan kuat. Setuju? Mari kita lihat ulasan berikut.

Ada hadits yang menyatakan bahwa: Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratustahun (Hadits hasan shahîh, HR At-Tirmidzi No. 2353, 2354 dan HR Ibnu Majah No. 4122). Hal ini dikarenakan banyaknya harta si kaya yang perlu dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan waktu yang lama.

Namun hadits tersebut hendaknya tidak dijadikan pegangan supaya tidak perlu mengejar kekayaan dunia karena di hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim No. 2664, HR Ahmad No. 370, HR Ibnu Majah No. 79, shahih).

Kuat di sini dimaknai dari segi keyakinan, perkataan dan perbuatan yang semuanya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya(konsep itqon).

Salah satu untuk menjadi Mukmin yang kuat itu adalah menjadi kaya hati, harta dan ilmu. Kaya dunia bukan diletakkan di hati tetapi di tangan karena dunia hanyalah tempat senda gurau, karena hanya kampung akhiratlah tempat yang terbaik (QS Al-An’am (6): 32).

Berikut beberapa alasan mengapa umat Islam itu harus jadi Mukmin yang kuat dalam hal harta:

  1. Untuk menjalankan rukun Islam yang sempurna karena Muslim yang kaya dapat mengeluarkan zakat, sedekah, wakaf, berhaji dan ibadah lainnya.
  2. Agar dapat mengenyam pendidikan yang baik, sehingga selain kaya harta, mereka juga kaya ilmu (QS Al-Mujadalah (58):11, QS At-Taubah (9): 122).
  3. Supaya mampu memberikan hartanya di jalan Allah (QS Al-Baqarah (2): 261) dan mengikuti sunah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang selalu menyumbangkan hartanya untuk Islam. Tidak menjadi orang yang selalu meminta – minta karena ketika hari kiamat kelak ia akan datang dengan tidak ada sekerat daging di wajahnya (HR Bukhari No. 1474 dan Muslim No.1040).
  4. Supaya dapat memilih makanan dan pendapatan yang halal lagi thayib (QS Al-Baqarah (2):168, 172, 173), karena dengan makanan bergizi akan menjadi sehat dan sigap sehingga dapat menjadi produktif.
  5. Untuk memberikan nafkah yang layak untuk istri dan anak-anaknya (QS An-Nisaa (4) : 34).
  6. Supaya dapat memberikan harta waris yang layak untuk keluarganya (lihat HR Bukhari No. 2742berkenaan dengan Saad IbnAbi Waqqas dan harta waris yang layak untuk anaknya).
  7. Agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia sehingga dapat menjalankan sistem ekonomi tanpa riba (QS Al-Baqarah (2): 275).
  8. Supayadapat duduk di tempat strategis, membuat keputusan sesuai dengan ajaran Islam, yang sesungguhnya merupakan rahmat bagai seluruh alam, bagi semua manusia di muka bumi ini (QS Al-Anbiya (21): 107).

Bagaimana, siap jadi bagian dari umat yang kaya dan kuat?Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah! (Tulisan bersambung pekan depan: “Mukmin Kuat di Andalusia, Spanyol”).*

Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kayaMuslimNegara KayaNegara MuslimOKI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Iraq Setujui Larangan Penjualan, Impor dan Produksi Minuman Beralkohol
Tulisan selanjutnya Indonesia Darurat ODMK

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?