Hidayatullah.com–Kementerian Agama tengah menyiapkan sistem pendeteksi keberadaan jamaah haji melalui gelang untuk meningkatkan keamanan dan mengantisipasi jamaah lansia yang tersasar.
“Kami uji coba untuk sistem tracking pencarian jamaah yang tersesat dan membutuhkan bantuan. Jadi, nanti untuk beberapa jamaah akan kami pasang sistem pendeteksi,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Anggito Abimanyu di Padang, Kamis (24/4/2014).
Anggito mengatakan, sistem pendeteksi tersebut dirancang sendiri oleh Kemenag dan rencananya akan digunakan pada musim haji 2014.
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, Kemenag juga merancang ikat pinggang khusus yang memiliki kantong penyimpanan barang berharga, seperti telepon seluler dan uang.
“Dulu itu jamaah Indonesia kalau tawaf dan sa’i mereka tidak punya tempat penyimpanan, sehingga meletakkan barang berharga di sembarang tempat. Jadi ikat pinggang itu sebagai tempat penyimpanan untuk menghindarkan pencurian,” kata Anggito, diberitakan Antara.
Anggito menambahkan, untuk sistem keamanan yang sudah ada, seperti sektor khusus dan kerjasama dengan pihak Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan ditingkatkan.
“Sektor khusus itu lokasinya di belakang Masjidil Haram. Ada sekitar 25 orang di sana untuk membantu jamaah dan melakukan perlindungan,” kata Anggito.
Menurutnya, pemondokan yang saat ini berupa hotel di Mekah juga akan memperketat sistem keamanan, karena tidak sembarang orang diizinkan masuk.
“Kamar-kamar di Mekah semua nanti pakai kartu, yang harapan kami bisa dijaga. Dan juga kalau ada barang-barang kehilangan di hotel itu bisa diganti oleh pihak hotel, seperti di Madinah,” kata Anggito.*