Hidayatullah.com– Menjadi petugas haji bagi Slamet Budiono merupakan pekerjaan yang mulia. Tahun ini merupakan tahun kelimanya Slamet dipercaya menjadi petugas haji setelah Kementerian Agama mendapuknya kembali menjadi Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram.
Slamet bangga dengan kepercayaan yang diberikan pemerintah kepadanya. Suka dan duka pasti dirasakan petugas haji yang bertugas di Tanah Suci. Namun, Slamet selalu merasa bahagia dan senang melayani jamaah haji.
“Apalagi memegang komando di Sektor Khusus Masjidil Haram, yang langsung berhubungan dengan jamaah haji,” ucap Slamet usai ditemui di Hotel Al Wihdah Tower wilayah Jarwal Makkah, Arab Saudi, Ahad malam (29/07/2018) waktu setempat.
Baca: 118 Kloter Telah Mendarat di Tanah Suci, 5 Jamaah Wafat
Menjadi petugas haji, sudah barang tentu mempunyai kenangan tersendiri bagi Slamet. Dirinya masih teringat sosok nenek yang digendongnya selama beribadah di Masjidil Haram sampai kembali ke hotel tempat menginap.
“Saya menggendong nenek itu di Masjidil Haram dan sampai balik lagi ke hotel. Saya gendong nenek itu seperti saya gendong ibu saya. Saya tuntun beliau membaca talbiyah lalu saya menangis,” ucap Slamet sambil meneteskan air mata.
Slamet mengungkapkan, usia nenek itu sekitar 85 tahun, dan nenek yang didampingi suaminya hanya bisa mendoakannya agar selalu sehat.
“Sang nenek langsung memegang kepala saya. Sehat-sehat ya, Nak,” begitu doa sang nenek kepada Slamet.
Baca: Jamaah Indonesia Wafat Saat Shalat Ashar di Masjid Nabawi
Slamet mengaku selama melakukan tugasnya sebagai petugas haji tak pernah merasa lelah. Dirinya juga merasa selalu prima kalau melayani jamaah haji.
“Saya juga bingung merasa prima sekali kalau bekerja di sini,” ucap Slamet.
Slamet adalah bagian dari 800 petugas haji yang bertugas di musim haji tahun ini. Dia berharap petugas haji lainnya bisa menjalankan tugasnya dengan baik melayani jamaah, demikian Media Center Haji melaporkan.*
Baca: Petugas Haji Indonesia Diharapkan Kasih Pelayanan Lebih Baik