Hidayatullah.com– Hingga tujuh hari sejak kedatangan kloter pertama jamaah calon haji asal Indonesia di Tanah Suci, lima orang telah wafat, pada musim haji tahun 1439H/2018 ini.
Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Indro Murwoko, kemarin, dalam rilisnya dilansir Kementerian Agama, Rabu (25/07/2018) menyebut, jamaah Indonesia yang meninggal adalah pertama, Sukardi Ratmo Diharjo (59), asal kloter 1 embarkasi Jakarta.
Sukardi meninggal dunia saat sujud kalah menunaikan salat ashar di Masjid Nabawi, Madinah, Rabu (18/07/2018).
Baca juga: Jamaah Indonesia Wafat Saat Shalat Ashar di Masjid Nabawi
Kedua, Hadia Daeng Saming (73), yang tergabung dalam kloter 5 embarkasi Makassar, wafat sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Jumat (20/07/2018) pekan lalu. Ia terbang dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-1203.
Ketiga, Ade Akum Dachyudi (67), yang beralamat di Jalan Sekelimus, Batununggal, Bandung.
“Ade dinyatakan meninggal pada Senin (23/07/2018) kemarin Pukul 04.18 WAS. Ia meninggal saat berada di Masjid Nabawi,” ujar Indro.
Keempat, Sunarto Sueb Sahad (57) dari Kloter 15-SOC meninggal pada Senin (23/07/2018) kemarin Pukul 18.15 WAS.
Menurut data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ditandatangani dr. Dwi Andi Prasetyo, penyebab kematian jamaah asal Bumiayu, Brebes, ini adalah Cardiovascular Disease (CVD) atau berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.
Kelima, Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jamaah kloter 5-SOC. “Meninggal Selasa (24/07/2018) pagi WAS karena penyakit komplikasi hipertensi yang dideritanya,” ujar Indro.
Hingga rilis tersebut, Selasa (24/07/2018) sore waktu setempat, sebanyak 118 kloter atau 47.610 jamaah telah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.*