Hidayatullah.com– Setidaknya sudah sebanyak 116.821 orang jamaah haji asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi dari 289 kelompok terbang. Sedangkan petugas haji sebanyak 1.455 orang.
Sebagaimana data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dirilis Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (23/07/2019) pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS), para jamaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia.
Seperti Jakarta, Medan, Batam, Solo, Surabaya, Padang, Makasar, Palembang, dan sebagainya.
Jamaah yang datang ke Saudi melalui dua bandara, yakni Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah dan King Abdul Aziz, Jeddah.
Sementara itu, hingga hari ke-16 pemberangkatan jamaah, Selasa, sebanyak 15 jamaah haji Indonesia telah wafat.
“Terakhir, dua jamaah wafat bernama Hamna Nawi Finan dari Embarkasi Jakarta (JKG-11). Lainnya, bernama Suhari Abu Subari dari Embarkasi Padang (PDG-14),” keterangan dari Media Center Haji (MCH) Kemenag, Selasa.
Pemberangkatan jamaah haji gelombang pertama dari Madinah ke Makkah juga terus dilakukan oleh petugas haji.
Selasa kemarin, sebanyak 3 kloter bertolak ke Makkah. Antara lain rombongan Kloter 9 Padang, Palembang 8, dan Batam 10.
Saat berangkat dari hotel, jamaah sudah berihram untuk melaksanakan Umroh Qudum Haji Tamattu setelah sebelumnya singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat.
Sementara itu, dalam kedatangan jamaah haji gelombang dua, jumlah jamaah di Makkah semakin bertambah. Hal ini disebabkan pergerakan jamaah dari Madinah dan Jeddah semakin banyak.
Sembari menunggu waktu haji, jamaah haji melaksanakan haji tamattu yaitu jamaah haji menyelenggarakan umrah wajib terlebih dahulu di Masjidil Haram.
Jamaah Terpisah
Berdasarkan keterangan tertulis Petugas Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (P3JH) Kemenag Daerah Kerja Makkah, meski jumlah calon haji per kloter telah dibagi lagi berdasarkan rombongan-rombongan yang dipimpin kepala rombongan, tetapi jumlahnya masih terbilang banyak.
Sehingga jamaah rawan ada yang terpisah dari rombongan. Tim P3JH mencatat adanya peningkatan angka jamaah yang terpisah dari rombongannya.
“Dalam beberapa hari terakhir rata-rata jamaah yang terpisah dari rombongan sebanyak 25 orang yang selanjutnya didampingi oleh Tim P3JH,” ujar Wakil Koordinator Tim P3JH dr Mahesa Paranadipa yang kini bertugas di Makkah.
Adapun alasan banyaknya calon haji yang terpisah dari rombongannya karena keletihan dan lupa pintu masuk saat mereka datang.
“Terpisahnya jamaah sebagian besar disebabkan keletihan saat tawaf atau sai, sehingga tertinggal dari rombongan. Untuk di Masjid Nabawi, biasanya jamaah lupa untuk kembali ke pintu masuk atau ke arah hotel,” jelasnya.
Dokter Mahesa pun mengimbau jamaah agar tidak melupakan beberapa hal penting. Seperti gelang identitas, tanda pengenal lainnya, kartu nomor Bis Shalawat dan nomor hotel, serta fotokopi visa.
“Jangan sungkan untuk bertanya ke petugas haji. Namun perhatikan tanda pengenal petugas haji untuk menghindari dari penipuan,” imbuhnya mengingatkan.
Adapun jamaah haji Indonesia yang telah wafat sebanyak 15 orang, dengan rincian sebagai berikut:
1. HAMNA NAWI FINAN (JKG-11)
2. SAPAN TUMANGA LOGA (UPG-4)
3. RABIUN DALIMAN ARSYAD (LOP-6)
4. SUHARI ABU SUBARI (PDG-14)
5. SUBLI BIN MUHAMMAD NASRI (BTH-3)
6. SUPARDJO RATA ILYAS (JKS-41)
7. KHAIRIL ABBAS SALIM (BTH-2)
8. AHMAD DIMYATI RUHBI (JKS-18)
9. MUDJAHID DAMANHURI MANGUN (SOC-4)
10. SOERATNO G MANGUN WIYOTO (SUB-4)
11. AHMAD SUPARMAN JUBED (JKS-1)
12. NASIKIN SINWAN ABDUL SALAM (SOC-40)
13. ARTAPIAH ARMIN MUSAHAB (JKG-8)
14. SUMIYATUN SOWIKROMO SUTARDJAN (SOC-2)
15. MUHAMMAD RUM BATUBARA (MES-5).*