Hidayatullah.com– Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada musim haji tahun 1440H/2019M ini menerapkan layanan khusus pemulangan bagi jamaah haji tiga negara. Layanan yang disebut Eyab itu berlaku untuk 3 negara saja, yakni Indonesia, Malaysia, dan India.
Menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, secara prinsip layanan Eyab hampir sama dengan fast track pada saat kedatangan jamaah.
“Cuma mungkin yang berbeda itu kaitan dengan pengiriman barang bagasi atau koper jamaah yang dikirim lebih dahulu,” ujarnya di Makkah.
Ia menjelaskan, ada 3 tujuan dari pelaksanaan Eyab. Pertama untuk mengurangi waktu tunggu jamaah haji di bandara. Baik Bandara King Abdulaziz, Jeddah dan Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.
Nantinya, waktu tunggu jamaah menjadi lebih cepat karena proses imigrasi yang relatif singkat. Pihak imigrasi Saudi hanya mempergunakan sidik jari untuk merangkum data jamaah haji.
Lewat program tersebut, jamaah akan didorong dari Makkah menuju bandara sekitar 7 sampai 8 jam sebelum pesawat terbang. Lalu jamaah dikumpulkan pada terminal khusus di South terminal.
“Minimal jamaah sudah ada di bandara keberangkatan itu lima jam sebelum pesawat take off,” ujarnya kutip MCH, Kamis (15/08/2019).
Tujuan kedua, kata Arsyad, untuk mengantarkan barang bawaan jamaah haji lebih dulu ke bandara hingga ke Indonesia. Barang bagasi atau koper jamaah dikirim terlebih dahulu yaitu 48 jam sebelum pesawat take off.
Koper jamaah pun akan diberi tanda khusus berisi nama dan nomor paspor untuk memudahkan pemilahan. Data tersebut akan terhubung dengan sistem bea cukai dan imigrasi bandara. Jamaah langsung akan menerima kopernya begitu di bandara atau embarkasi.
Tujuan ketiga, Pemerintah Saudi ingin lebih memperkenalkan kebudayaannya kepada jamaah haji, sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.*