Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

300 Pelajar Saudi Pilih Pindah ke Eropa dan Asia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2002 22:32 10:32 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2002 22:32
Bagikan
Bagikan

Mahasiswa dan pelajar Saudi yang telah tinggal di Amerika seperti diinformasikan Kedubes Saudi di Amerika dikabarkan terancam tidak melanjutkan studi mereka akibat munculnya undang-undang AS yang diskriminatif terhadap negara Islam sesaat setelah kasus 11 September.

Seperti diketahui, menurut peraturan Amerika yang baru, mereka diwajibkan melaporkan ke kantor imigrasi terdekat guna diambil sidik jari, cap jempol dan interview secara rahasia. Mereka juga menceritakan diwajibkan memperbaharui surat izin resmi program studi, data-data perkiraan masa kelulusan dan beberapa informasi penting lain. Surat edaran yang dikirimkan oleh kantor imigrasi AS itu dibatasi sampai akhir bulan Oktober.

Berbicara pada Arab News dari Washington, Ahmed Al-Aswad, perwakilan resmi staf kebudayaan Kedubes Saudi mengatakan bahwa para pelajar diharuskan menunggu sebelum kedatangan aparat imigrasi. “Kami telah mengirim informasi edaran melalui email kepada mereka dan mereka harus menunggu sampai perkembangan terbaru selesai”, katanya tanpa merinci apa yang dimaksud tentang ‘perkembangan’ terbaru itu.

Menurut data resmi pihak Kedubes Saudi di AS, tidak kurang 300 pelajar Saudi telah menolak kembali ke AS semenjak peristiwa 11 September. Kebanyakan diantara mereka telah kembali ke Saudi dan tidak memperpanjang lagi visa belajarnya. Mereka juga secara terpaksa harus membatalkan proses belajarnya dan lebih memilih alternatif studi di wilayah Eropa dan Asia.

Perlakukan pihak imigrasi AS terhadap warga negara Arab Saudi dan negara Islam seperti memberlakukan semua pria yang berumur 16 sampai 45 tahun untuk diambil foto dan cap jari, termasuk keharusan untuk mendaftarkan dan memperbarui surat izin perjalanan mereka yang tidak boleh melebihi 30 hari tinggal dirasakan sebagai perlakukan ketat yang amat diskriminatif.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagai pembalasan perlakukan pemerintah AS itu, beberapa saat lalu, pemerintahan Saudi telah memberlakukan izin ketat bagi warga AS yang masuk ke wilayahnya, termasuk pemberlakukan cap jari. “Perjanjian kami dengan negara lain akan diberlakukan saling menghormati. Kami akan mengadakan perjanjian pada setiap negara sepanjang dia juga menghargai pernjian dengan kami”, ucap Menteri Dalam Negeri Kerajaan Saudi pada beberapa wartawan minggu lalu. Sebelum ini, AS bahkan memperlakukan sikap sewenang-wenang terhadap semua orang yang berstatus Islam. AS bahkan melakukan sweeping. AS pernah membesar-besarkan dan mengkritik Indonesia ketika muncul peristiwa sweeping di Solo yang kemudian tidak terbukti.
(AN/Cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saatnya Bangkit Bukan Hanya “Berdoa”
Tulisan selanjutnya Indonesia ‘DISERANG’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?