Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris dan AS Mulai Terlibat Konflik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2003 08:19 8:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2003 08:19
Bagikan
Bagikan

Meski agresi ke Iraq belum usai, negara sekutu pembela AS, Inggris, dikabarkan telah terjadi perbedaan pendapat. AS dan Inggris yang selama ini dikenal lengket seperti lem ternyata menghadapi perbedaan. Perbedaan ini berkisar tentang pemerintahan Iraq pasca-Saddam Hussein. Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw kemarin menegaskan, pemerintahan pascaperang di Iraq akan dijalankan oleh warga Iraq sendiri. Pernyataan tersebut terkesan membantah berita The Guardian pada Selasa lalu. Yakni, Iraq pascaperang akan dipimpin mantan jenderal AS, Jay Garner. Menurut harian kiri tersebut, AS merencanakan pemerintahan dengan 23 kementerian yang semuanya akan dipimpin orang AS. Straw mengisyaratkan, pihak asing hanya akan menempati posisi non-eksekutif. “Mungkin ada penasihat dari negara lain. Tapi, tidak akan ada orang asing dalam pemerintah Iraq. Itu bukan merupakan tujuan koalisi,” katanya pada Radio BBC. Para pejabat Inggris membantah adanya perbedaan pendapat dengan Washington mengenai pemerintahan pascaperang tersebut. Tapi, pekan lalu, Menlu AS Colin Powell mengakui adanya perbedaan pendapat antara Washington dan partner koalisinya. Agresi Lanjutan Perbedaan kedua adalah terkait dengan rencana serangan ke wilayah Iran dan Suriah. Dalam wawancara dengan BBC kemarin, Straw juga menyatakan bahwa Inggris tidak akan bergabung dalam aksi militer terhadap Iran atau Suriah. Pihaknya tidak berpikir bahwa AS akan menyerang kedua negara tersebut. “Saya akan cemas kalau AS menyerang kedua negara tersebut,” ujarnya. “Tapi, itu tidak benar. Dan, kami tidak memiliki hubungan apa pun dalam hal tersebut.” Dia menilai, situasi di Iran sangat berbeda dengan Iraq. Sebab, Iran melaksanakan demokrasi. Sehingga, aksi apa pun tidak perlu dilakukan. Straw meminta agar Suria tidak membantu pejuang Iraq dengan mengizinkan suplai melalui wilayahnya. “Penting bagi Suria untuk memastikan bahwa wilayahnya tidak digunakan untuk suplai militer bagi pemerintah Iraq. Dan, saya harap, mereka tidak akan melakukannya,” tegasnya. Beberapa hari lalu, Menlu Colin Powell, di depan organisasi lobi Yahudi internasional, AIPAC, memperingatkan dan menuduh Iran dan Suriah telah ikut membela Iraq. Tuduhan ini, mungkin bisa jadi sebagai tanda kesetian Amerika Serikat (AS) pada Yahudi internasional untuk melanjutkan misinya mengagresi kedua negara tersebut. Sebelumnya, bebebapa pengamat AS mensinyalir, agresi AS ke Iraq tak lain sebagai bentuk penjajahan bangsa Yahudi –dengan meminjam tangan AS– untuk memperluas wilayahnya dari Palestina, Iraq, Suriah hingga ke Iran. Kendati sinyal kepentingan Yahudi untuk menguasai wilayah Arab dan sekitarnya telah amat mencolok, toh sebagaian pemimpin-pemimpin negara Arab masih kelihatan tenang saja.(afp/ap/rtr/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Bagdad dan Basra, Karbala Ikut Dihancurkan Pasukan AS
Tulisan selanjutnya Iraq, SaraLee, dan Poros Kejahatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Eurovision
Berita

Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Berita
6 Juni 2026 11:02
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?