Juru runding pemerintah Filipina, Jesus Dureza mengatakan sejumlah penasehat senior Arroyo akan menghentikan perundingan penjajagan dengan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Malaysia yang dijadwalkan berlangsung 9 hingga 11 Mei mendatang.
“Perundingan tersebut sudah tidak berarti lagi,” kata juru bicara Arroyo, Ignacio Bunye kepada stasiun televisi ABS CBN.
Dureza mengumumkan pembatalan tersebut setelah berkonsultasi dengan Presiden Arroyo dan sejumlah anggota kabinet pada hari Senin dan menyatakan pemerintah Filipina akan memberikan hadiah senilai hampir sejuta dolar (sekitar delapan miliar rupiah) bagi siapa pun yang dapat menangkap atau membunuh pemimpin MILF, Hashim Salamat serta empat pemimpin lainnya dari kelompok tersebut.
“Kami merekomendasikan pembatalan perundingan perdamaian di Kuala Lumpur,” kata Dureza melalui telefon, Selasa, saat ia menggunakan helikopter militer menuju kota tambang Siocon, kota yang mendapat serangan gerilyawan MILF pada akhir pekan lalu.
“Kita tunggu saja pengumuman (oleh Presiden Arroyo) kemungkinan sore ini,” tambahnya.
“Kami tetap terbuka untuk kembali ke perundingan penjajagan namun itu masih diperdebatkan dan hanya teori. (perundingan) Itu telah dibatalkan oleh Malacanang (istana presiden),” kata juru bicara MILF, Eid Kabalu kepada stasiun TV setempat.
Menurut Bunye, perundingan perdamaian itu bisa saja digelar kembali di masa-masa mendatang, namun pada saat ini kepentingan pemerintah Filipina adalah melakukan aksi pembalasan terhadap para pelaku serangan atau pemboman.
“Pemerintah Filipina akan memberitahu pemerintah Malaysia mengenai perkembangannya,” kata Bunye.
Arroyo sebelumnya mengharapkan pengaruh Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad untuk membujuk kelompok gerilyawan Muslim untuk menghentikan dukungan mereka kepada teroris, membatalkan tuntutan merdeka dan menerima tawaran pemerintah mengenai pemerintahan otonomi terbatas di Filipina selatan.
Ratusan tentara pemerintah, Senin, dikerahkan ke sebuah kota di Filipina selatan setelah terjadi serangan kelompok gerilyawan Muslim terbesar di sana yang mengakibatkan 25 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. “Kami akan memburu para pelaku serangan itu dan MILF harus menyerahkan mereka ke pemerintah tanpa memberikan ampun bagi mereka yang terlibat,” Arroyo.
MILF memiliki kekuatan 12.500 orang gerilyawan Muslim yang terbesar di Filipina selatan. Sejak kasus WTC, Amerika Serikat memberikan bantuan ekonomi dan militer besar-besaran pada pemerintah Filipina –termasuk halnya di Indonesia– dengan syarat pemerintah setempat mau menekan kelompok Islam. (afp/ant/wpd/cha)