Lama tak terdengar kabarnya, rakyat Afghanistan yang telah setahun ini dibawah kendali pasukan AS tiba-tiba melakukan protes menolak segala bentuk campur tangan Amerika di negara itu.
Sekitar 300 penduduk Afghanistan meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Inggris di Kabul, Selasa, (6/5), kemarin dalam unjuk yang pertama kali sejak Taliban digulingan dan negara ini dijajah AS pada 2001.
Para pengunjuk rasa melakukan protes pada kaki tangan pemerintahan boneka AS dan Presiden Hamid Karzai yang didukung tangan Amerika Serikat.
Beberapa pengunjuk rasa mendesak pengunduran diri tentera AS dan telah tiba waktunya untuk melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan AS seperti yang telah berlaku pada penjajahan Inggris dan Soviet pada abad ke-20.
“Kami tidak ingin orang Inggris dan AS.
“Kami ingin Islam memerintah. Kami ingin keselamatan. Mereka gagal membawanya kepada kami dan kami mau mereka keluar dari sini!” teriak pelajar pada Universitas Kabul.
Unjuk rasa di Afghan ini dipimpin oleh ilmuwan, Sediq Afghan, seorang ahli filsafat yang dikenal sebagai pengkritik rejim komunis tahun 1980-an.
Sediq bersumpah akan mengadakan demonstrasi secara aman hingga permintaan penduduk Kabul dipenuhi.
Sediq juga mengatakan, perkembangan Islam di Afghanistan terus mundur sejak datangnya AS. Yang dapat dilihat sejak Taliban digulingkan, katanya, kaum wanita tidak lagi memakai pakaian tradisi Afghanistan dan meruaknya Internet yang secara sengaja disebarkan ke masyarakat.
Demo menentang AS di Afghanistan ini merupakan unjuk rasa melawan negara penjajah di negeri itu semenjak Taliban dijatuhkan. Unjuk rasa serupa, kemungkinan akan terus berlanjut bila AS terus melakukan cara-cara liciknya.(rtr/bh/cha)