Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aparat Iraq Bunuh 45 Demonstran, Syiah Ancam Potong Tangan Perusuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 November 2019 06:39 6:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2019 06:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan keamanan Iraq menembak mati setidaknya 45 demonstran pada Kamis setelah demonstrasi menyerbu dan membakar konsulat Iran hari Rabu malam, dalam titik balik demonstrasi terhadap pemerintah yang didukung Iran, kutip Reuter hari Jumat (29/11).

Setidaknya 29 orang terbunuh ketika tentara melepaskan tembakan ke arah para demonstran yang menutup sebuah jembatan di selatan Kota Nassiriya sebelum fajar pada Kamis. Sumber medis mengatakan lusinan orang lainnya terluka.

Empat orang tewas di Baghdad, di mana pasukan keamanan melepaskan tembakan dengan amunisi hidup dan peluru karet terhadap pengunjuk rasa di dekat jembatan di atas sungai Tigris, kata sumber itu, dan dua belas tewas dalam bentrokan di Najaf.

Di Nassiriya, ribuan pelayat turun ke jalan, menentang jam malam untuk menguburkan mayat mereka setelah penembakan massal.

Video para demonstran yang bersorak di malam hari saat kobaran api dari konsulat Iran adalah gambar yang menakjubkan setelah bertahun-tahun di mana pengaruh Syiah Iran di negara-negara Arab telah menjadi faktor penentu dalam politik Timur Tengah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  Demonstran Iraq yang Tewas Sudah 254, PBB Meradang

Di Najaf, sebuah kota yang menjadi pusat ziarah dan Syiah Iraq yang kuat, konsulat Iran telah hancur menjadi puing ketika diserbu para demonstram pada malamnya. Para demonstran menuduh pihak berwenang Iraq mengkhiatani rakyat demi melindungi Iran.

“Semua polisi anti huru-hara di Najaf dan pasukan keamanan mulai menembaki kami seolah-olah kami telah membakar seluruh Iraq,” seorang demonstran yang menyaksikan pembakaran konsulat mengatakan pada Reuters, meminta agar namanya disamarkan.

Demonstran lain, Ali, menggambarkan serangan terhadap konsulat sebagai “sebuah tindakan berani dan reaksi dari rakyat Iraq. Kami tidak menginginkan orang-orang Iran.”

سؤال بريء

هل انتم متأكدين ان السيد عادل عبدالمهدي من الناصرية ؟؟!!! pic.twitter.com/37SH5Wz0Sw

— Srwa Abdulwahid. سروه عبدالواحد (@srwa_qadir) November 28, 2019

Tapi dia memperkirakan lebih banyak kekerasan: “Akan ada balasan dari Iran, Saya yakin. Mereka masih di sini dan pasukan keamanan akan terus menembaki kami.”

Sejauh ini, pihak berwenang tidak mundur dalam menangani demonstrasi, menembak mati ratusan demonstran dengan peluru tajam dan gas air mana, sementara mengajukan proposal untuk reformasi politik yang oleh para demonstran anggap sepele.

Baca:  Bagaimana Demonstrasi di seluruh Timur Tengah Mengancam kekuatan Iran

Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi juga sejauh ini menolak seruan untuk mundur, setelah pertemuan dengan para politisi senior yang dihadiri pula oleh komandan Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, unit elit yang mengarahkan sekutu-sekutu milisi Syiahnya di luar negeri.

“Syiah ancam Potong Tangan”

Dalam sebuah pernyataan yang mengisyaratkan akan terjadi lebih banyak kekerasan, komandan militer Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), sebuah kelompok payung dari milisi-milisi Syiah bersenjata yang faksi paling kuatnya dekat dengan Iran, menyatakan kerusuhan di Najaf adalah ancaman terhadap badan keulamaan Syiah yang berbasis di kota itu.

Para petempur militer akan menggunakan kekuatan penuh terhadap siapapun yang mengancam ulama Syiah paling senior Iran, Ayatollah Ali al-Sistani, kata komandan Abu Mahdi al-Muhandis dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs PMF.

“Kami akan memenggal kepala siapapun yang mencoba mendekati al-Sistani,” katanya.

Baca: Demonstran di Iraq Kuasai Jembatan Strategis Menuntut Korupsi Merajalela

Fanar Haddad, peneliti senior Institut Timur Tengah di Universitas Nasional Singapura, mengatakan pemerintah dan sekutu paramiliternya dapat menggunakan insiden konsulat untuk membenarkan respon keras yang akan mereka lakukan.

“Itu mengirim pesan kepada Iran, namun juga bekerja sebagai keuntungan untuk orang-orang seperti Muhandis,” katanya. Paramiliter dapat menggunakan insiden konsulat sebagai “dalih untuk menindak tegas dan membingkai apa yang terjadi sebagai ancaman terhadap Sistani”.

Sistani sendiri telah nampak mendukung para demonstran sejak kerusuhan pecah, meminta para politisi untuk memenuhi tuntutan rakyat yaitu reformasi.

Pihak berwenang mendirikan “sel-sel krisis” di beberapa provinsi dalam upayanya memulihkan ketertiban, bunyi sebuah pernyataan militer. Mereka akan dipimpin oleh gubernur-gubernur provinsi serta termasuk para pemimpin militer yang akan bertanggung jawab terhadap pasukan keamanan setempat.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi demonstrasi IraqiraniraqJam Malamsyiahunjuk rasa Iraq
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bagaimana Demonstrasi di seluruh Timur Tengah Mengancam kekuatan Iran
Tulisan selanjutnya Tokoh di Balik Penindasan terhadap Muslim Xinjiang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?