Seorang pejabat senior Hamas, Abdul-Aziz al-Rantissi, terluka dalam serangan yang dilancarkan oleh helikopter Israel di Gaza City, demikian pernyataan pejabat Palestina.
Saksi mata mengatakan bahwa jip yang dikendarai Rantissi sedang melintasi sebuah jalan yang sibuk di kota itu ketika dihantam sejumlah rudal dan kemudian terbakar, ujar saksi mata.
Sumber-sumber di rumah sakit Shifa, Gaza City mengatakan bahwa seorang wanita berusia 43 tahun dan anak perempuan berusia 8 tahun yang berada di dekat jip itu tewas, sedangkan 25 orang lainnya luka-luka.
Pembunuhan terarah
Wartawan BBC di Gaza City, James Rodgers, berada dekat lokasi saat senjata helikopter Israel memuntahkan peluru.
Dia mengatakan serangkaian ledakan kuat mengguncang wilayah itu, kemudian asap putih dan coklat gelap muncul dari kamp pengungsi di pinggiran kota itu.
Dua helikopter serang Israel terbang rendah, yang tampaknya berupaya memeriksa apakah rudal mereka tepat mengenai sasaran.
Kemudian, suasana dengan cepat berubah dengan terdengarnya suara sirene kendaraan gawat darurat yang bergegas ke lokasi.
Sebelumnya, Israel berulang kali menembakkan rudal ke arah kendaraan dalam upaya membunuh militan Palestina yang dicari oleh pihak berwenang itu dan kegiatan ini disebut sebagai serangan terarah.
Tiga orang termasuk seorang anak-anak perempuan berumur 8 tahun terbunuh dan 24 orang lain mengalami cedera dalam serangan yang ditujukan untuk menekan Perdana Menteri Palestina, Mahmud Abbas agar segera menghentikan kelompok militan Islam.
Atas kejadian itu, gerakan militan Islam Palestina, Hamas segera mengancam untuk membalas dendam.
“Kasus ini tidak akan dibiarkan begitu saaja,” kata seorang pemimpin Hamas, Mahmoud Zahar dengan menambah akan banyak serangan yang dilancarkan atas rakyat Israel.
“Israel berhak mendapatkan hukuman berat karena peristiwa ini,” tegas beliau.
Tokoh terkenal
Wartawan BBC di Jerusalem, Barbara Plett, mengatakan serangan terhadap seorang tokoh Hamas kali ini sangat berarti penting, terutama karena terjadi saat ini.
Hamas sebelumnya melakukan perundingan gencatan senjata dengan Perdana Menteri Palestina Mahmoud Abbas, dan meskipun organisasi ini menghentikan perundingan itu, saat ini sedang dilakukan pembicaraan untuk memulainya kembali. Akan tetapi, Hamas mengatakan salah satu syarat organisasi itu setuju menghentikan kekerasan adalah diakhirinya kegiatan pembunuhan terarah yang dilakukan oleh Israel.
Rantissi merupakan juru bicara kelompok itu yang paling terkenal –dialah yang mengumumkan bahwa Hamas akan menghentikan perundingan gencatan senjata dengan Otorita Palestina.
Dia juga yang mengatakan bahwa serangan terkoordinasi pada hari Minggu (08/06/03) ke sebuah pos penjagaan militer di Gaza yang menewaskan empat tentara Israel, memperlihatkan bahwa warga Palestina bersatu dalam hal yang disebutnya sebagai “keteguhan perlawanan”.
Kekhawatiran yang muncul sekarang adalah bahwa serangan itu akan mendorong lebih banyak lagi aksi kekerasan – dahulu setiap kali terjadi serangan Israel terhadap seorang tokoh Hamas, selalu dibalas dengan serangan ke sasaran Israel. – (bbc/m3/cha)