Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis Anti Putin Tinggalkan Rusia Setelah Sakit karena Diracun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2017 08:02 8:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2017 08:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aktivis hak asasi manusia di Rusia Vladimir Kara-Murza, yang menderita sakit parah akibat diracun zat tak dikenal, akan segera meninggalkan negaranya untuk menjalani perawatan.

Salah satu pengacara dari Vladimir Kara-Murza, seorang pengkritik vokal Presiden Putin, hari Ahad ( (19/2/2017) mengumumkan bahwa kliennya diperbolehkan meninggalkan Rusia untuk menjalani perawatan medis. Awal bulan ini Kara Murza dirawat intensif setelah mengalami gagal ginjal akibat diracun.

Setelah itu Kara-Murza dikabarkan mengalami koma. Namun, hari Ahad di lama Facebook pengacara Vadim Prokhorov menunjukkan foto politisi oposisi itu sedang terbaring sambil tersenyum di tempat tidur di rumah sakit, lapor Deutsche Welle.

“Pagi ini Vladimir Kara-Murza sudah terbang ke luar negeri … untuk menjalani perawatan rehabilitasi setelah peracunan akut kedua,” tulis Pokhorov. Dia tidak mengungkap ke mana kliennya itu pergi. Namun, dia mengatakan bahwa begitu Kara-Murza sudah pulih seperti sediakala, dia akan melanjutkan aktivitas sama yang telah dilakukannya bertahun-tahun, yaitu memulihkan demokrasi di Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kara-Murza, 35, dikenal dengan aktivitasnya di Open Rusia, sebuah advokasi HAM yang dijalankan oleh Mikhail Khodorkovsky. Seorang mantan pejabat tinggi Rusia, Khodorkovsky mendekam dalam penjara selama 10 tahun karena penggelapan pajak, setelah secara terbuka menentang Putin dan menuding pemerintahnya korup.

Kara-Murza juga bekerja sama dengan tokoh oposisi lain seperti Boris Nemstov, yang mencuat namanya setelah ditembak mati di dekat Kremlin pada Februari 2015. Tidak hanya itu, Kara-Murza juga melakukan lobi-lobi di Amerika Serikat supaya musuh Rusia itu memperluas Magnitsky Act 2012, undang-undang di AS yang memberikan sanksi terhadap pihak-pihak yang terlibat kematian pengacara anti korupsi Sergei Magnitsky.

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Terhadap 5 Orang Rusia Termasuk Pembunuh Litvinenko

Pada bulan Mei 2015, Kara-Murza tiba-tiba jatuh sakit saat menghadiri sebuah pertemuan di Moskow. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit, dan diagnosa para dokter menyebutkan dia terkena “zat beracun yang tidak diketahui.” Akibatnya, dia mengalami gagal ginjal. Namun, Komite Investigatif Rusia menolak melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah dia menjadi target pembunuhan.

Kara-Murza kemudian melanjutkan aktivitasnya di Open Rusia, sampai gejala sakitnya muncul kembali beberapa pekan lalu.

Apa yang dialami Kara-Murza mengingatkan pada kematian Alexander Litvinenko, mantan agen intelijen Uni Soviet KGB yang akhirnya meninggal dunia akibat keracunan polonium. Litvinenko jatuh sakit setelah bertemu dengan dua agen rahasia Rusia di sebuah hotel di London, Inggris. Litvinenko menulis dua buku yang isinya menuding badan-badan intelijen Rusia melakukan operasi false flag agar Putin tetap berkuasa. Operasi false flag adalah aksi yang dilakukan oleh satu pihak, tetapi dibuat sedemikian rupa seolah-olah itu adalah perbuatan pihak lain. Operasi ini biasa dilakukan oleh aparat keamanan, militer dan intelijen, serta pemerintah suatu negara dengan tujuan beragam mulai dari pengalihan isu, mengadu domba, bahkan menyulut perang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Hukum UI: Kasus Pencucian Uang GNPF Dipaksakan dan Ada Unsur Politisasi
Tulisan selanjutnya Menyusul Pencabutan Sanksi Atas Iran, Penjualan Karpet Persia Melonjak di Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?