Hidayatullah.com–Harian Al-Nadwa melaporkan, Kongres AS bersengat mementingkan kepentingan Israel dibanding kepentingan negara mereka sendiri, Amerika Serikat (AS). Ini terutama berkaitan dengan laporannya yang menuduh Riyahd sebagai dalang WTC.
”Tidak ragu-ragu lagi pelobi Yahudi dan Israel menjadi dalang perancang dan pelaksana dalam kampanye itu,” lapor Al-Nadwa dalam tajuknya “Peranan Israel Dalam Mendukung Kampanye Jahat’.
Harian itu menekankan kesungguhan Arab Saudi untuk menolak laporan Kongres setebal 28 halaman yang memasukkan tuduhan Riyadh telah memberi bantuan keuangan dalam serangan 11 September lalu.
Koran Al-Yawm juga menulis bahwa anggota Kongres terpengaruh dan mempercayai kebohongan yang dilakukan bekas wakil Israel di PBB, Duri Gold, yang dikenal banyak melakukan kebohongan.
Al-Yawn juga melaporkan, laporan itu dimaksud sebagai tindakan kebohongan yang itu dilakukan demi kepentingan Israel, bukan kepentangan AS.
Menurut Al-Watan menulis laporan terperinci mengenai kasus itu sebagai kampanye jahat yang disediakan dan dikendalikan oleh pelobi Zionis.
”Yang mengejutkan adalah bekas duta besar Israel PBB dijemput untuk mendengar dan menjelaskan laporan itu dan dia melancarkan serangan terhadap Arab Saudi, dan menjadikannya sebagai kampanye menentang pemerintahan ini,” lapornya.
Menurut Al-Watan, beberapa anggota Kongres AS mendesak tekanan atas Arab Saudi agar lebih bersungguh-sungguh dalam usahanya menentang terorisme.
Akibat kampanye Yahudi ini, tak urung, Senator Republik, Arlene Specter, turut mendesak Arab Saudi agar dikenakan hukuman keras.
”Amat membingungkan karena Arab Saudi sendiri menikmati perlindungan karena mempunyai hubungan dengan AS,” katanya.
Lobi Yahudi
Sebagaimana diketahui, beberapa saat lalu, laporan Kongres AS yang berjumlah 27 anggota mengumkan mengenai tragedi pada 11 September, 2001. Dalkam laporan itu, AS menuduh Arab Saudi bukan saja menyumbang jumlah keuangan besar dan bantuan kepada para perampas kapal terbang.
AS bahkan menuduh Arab Saudi membenarkan ratusan juta dolar mengalir dalam dana al-Qaidah dan kelompok yang dituduhnya sebagai teroris.
Koran Los Angeles Times (LAT), menulis laporan rahasia itu mendakwa Arab Saudi memilihi ‘hubungan khusus’ dengan dua perampas kapal terbang dari San Diego itu.
“Laporan itu sungguh serius. Laporannya bukan saja menyebutkan orang Arab Saudi atau negara lain bahkan turut melibatkan pemerintahan Arab Saudi,” ujar salah seorang pejabat AS seperti dikutip LAT.
Laporan Kongres AS ini setidaknya menunjukkan kemenangan kaum pelobi Yahudi yang dikenal banyak mempengaruhi lembaga itu. (an/aw/ay/lat)