Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Pakistan Tangisi Kepergian Dermawan Abdul Sattar Edhi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2016 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2016 12:10
Bagikan
Warga Pakistan menyemut mengikuti pemakaman Abdul Sattar Edhi
Bagikan

Hidayatullah.com— Masyarakat Pakistan tengah berduka akhir pekan ini setelah muncul berita wafatnya Abdul Sattar Edhi, seorang dermawan besar.

Abdul Sattar Edhi yang telah dianggap sebagai “malaikat penolong” bagi orang miskin dan anak yatim mengembuskan nafas terakhir pada Jumat (08/07/2016) malam dan segera dimakamkan secara kenegaraan di Karachi pada Sabtu (09/07/2016), dihadiri oleh ribuan orang.

Dikutip Reuters, pria 88 tahun ini meninggal akibat sakit ginjal yang telah lama dideritanya. Bagi jutaan Pakistan, kematian Edhi membawa duka yang mendalam.

Berusia 88 tahun, Abdul Sattar meninggal dunia akibat komplikasi buah pinggang yang berlarutan sejak tahun 2013.

Pada pemakamannya, massa menerobos garis batas militer untuk ikut mengusung peti jenazah Edhi yang dibalut dengan bendera hijau dan putih Pakistan di Stadion Nasional Karachi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan kehilangannya atas meninggalnya Edhi. Sharif berdoa agar Edhi mendapatkan tempat “terbaik di surga”.

“Edhi adalah permata sejati dan aset Pakistan. Kami kehilangan pelayan kemanusiaan yang luar biasa. Dia adalah manifestasi dari cinta kepada orang-orang yang rentan, miskin, tertindas dan sulit mendapat pertolongan,” kata Sharif.

Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak, salah satunya dari pemerintah India yang mengatakan bahwa Edhi “adalah jiwa sejati yang mendedikasikan dirinya untuk melayani sesama.”

Sementara peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai mengatakan bahwa dia menominasikan Edhi untuk penghargaan yang sama yang diperolehnya.

Bagi masyarakat miskin Pakistan, Edhi adalah anugerah Tuhan untuk meringankan beban mereka. Itulah sebabnya, peziarah berdatangan membanjiri upacara pemakaman Edhi.

“Edhi bekerja bagi masyarakat tertindas seumur hidupnya. Menghadiri pemakamannya adalah hal terakhir yang bisa dilakukan untuk menghormatinya,” kata Siraj Ahmed, 34, seorang penjaga took dikutip CNN Indonesia.

Berhidmat pada Orang Miskin

Lahir di Gujarat, India, Edhi dan keluarganya yang Muslim pindah ke Pakistan tahun 1947 di tengah konflik yang memisahkan kedua negara tersebut.

Mantan pedagang kain di Karachi ini kemudian membangun jaringan lembaga bantuan melalui donasi, fokus pada rehabilitasi pecandu narkotika, wanita yang tertindas, yatim dan orang cacat.

Tahun 1965 Edhi menikahi Bilquis, seorang perawat di sebuah lembaga bantuan miliknya. Bilquis kemudian membangun rumah bersalin gratis dan membantu proses adopsi anak-anak yatim atau terbengkalai di seluruh Pakistan. 

Abdul Sattar Edhi, yang mendirikan salah satu organisasi kesejahteraan terbesar Pakistan dan dipuja sebagai living saint oleh banyak orang di negara Asia Selatan.

Selama lebih dari 60 tahun, Edhi bersama istrinya Bilquis mendedikasikan hidupnya untuk membantu sesama dengan membangun klinik, panti asuhan dan jaringan ambulans terbesar di Pakistan. Yayasan Edhi juga memiliki pusat perlindungan bagi wanita dan dapur umum bagi orang miskin di seluruh Pakistan.

Abdul-Sattar-Edhi
Abdul Sattar Edhi, yang mendirikan salah satu organisasi kesejahteraan terbesar Pakistan dan dipuja sebagai living saint oleh banyak orang di negara Asia Selatan

Yayasan Edhi juga memberikan pendidikan umum dan agama Islam bagi warga miskin, konsultasi keluarga berencana dan kehamilan, bantuan hukum, medis, dan keuangan gratis bagi tahanan dan orang cacat.

Kendati aliran uang yang masuk ke yayasannya luar biasa besar, namun Edhi yang memiliki dua putra dan dua putri hidup sederhana di apartemen dua kamar dekat tempat kerjanya.

Penghargaan dari dalam dan luar negeri telah diraihnya, termasuk Gandhi Peace Award, Madanjeet Singh Prize dari UNESCO tahun 2007, London Peace Award tahun 2011, Seoul Peace Award tahun 2008, dan Hamdan Award for Volunteers in Humanitarian Medical Service.

Dipanggil dengan nama Maulana Edhi, sebutan bagi cendekiawan Muslim, yayasan Edhi juga memberdayakan perempuan. Dari 2.000 pekerja yayasannya, sekitar 500 di antaranya adalah wanita. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Sattar Edhidermawandonasifakir miskinPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melbourne seperti Kota Pelajar Yogyakarta
Tulisan selanjutnya Zakir Naik Meminta Dukungan atas Hasutan ‘Terorisme’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?