Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer AS Bantai 9 Anak Afghan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Desember 2003 10:43 10:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Desember 2003 10:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam statemen yang baru dirilis Sabtu, kemarin, militer AS mengakui jatuhnya korban tewas anak-anak itu. “Menyusul serangan (udara), pasukan koalisi di lapangan menyelidiki areal target dan mendapati jasad satu orang yang diinginkan dan mayat sembilan anak itu.” Demikian statemen militer AS dari markasnya di Pangkalan AU Bagram, utara ibu kota Kabul.

Jubir AD AS Mayor Christopher E. West menjelaskan, sembilan anak Afghanistan itu tewas setelah sebuah pesawat tempur A-10 Thunderbolt milik AS memberondong wilayah yang diduga jadi persembunyian tersangka militan Taliban. Itu terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat (13.00 WIB) Sabtu lalu di wilayah selatan Kota Ghazni, 130 km arah barat daya Kabul.

“Pada saat terjadi penyerangan, kami tidak tahu ada anak-anak di dekatnya. Setelah serangan, tentara darat pasukan koalisi yang menyisir area tersebut menemukan mayat tersangka bersama sembilan anak di dekatnya,” kata West.

Militer AS telah membentuk sebuah komisi khusus untuk menyelidiki tewasnya sembilan anak itu. Mereka akan menelusuri ada tidaknya kesengajaan dalam penembakan itu. “Pasukan koalisi sangat menyesalkan kejadian yang merenggut nyawa bocah-bocah tidak berdosa tersebut. Tentara kami akan tinggal di daerah ini selama beberapa hari guna membantu para keluarga korban dan mencari penyebab kematian mereka,” terang West.

Dia menambahkan, operasi Sabtu lalu ditargetkan ke Ghazni. Alasannya, di kota itulah tersangka penculik dua kontraktor asal India -yang bekerja membangun jalan lingkar Kabul-Kandahar-Herat belum lama ini- berada. Secara resmi, nasib keduanya belum diketahui meskipun kantor berita AFP yakin keduanya telah tewas dibunuh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut West di Pangkalan AU Bagram, sebelum melancarkan serangan, pihaknya cukup lama dan kontinu mengumpulkan informasi intelijen. Hasilnya, pada Sabtu itu sampailah pada kesimpulan bahwa operasi harus dilakukan ke sebuah lokasi pedesaan yang selama ini terisolasi di selatan Ghazni.

Sejatinya, tambah West, operasi sudah dilakukan secara seksama. Terdapat beberapa rumah penduduk di dekat daerah yang diserang. Tapi, pesawat tempur AS tidak menyerang rumah-rumah tersebut.

“Pasukan koalisi memegang aturan pertempuran yang ketat dan keras, terutama untuk menghindari insiden seperti ini. Tapi, kami akan terus menggelar operasi dengan sasaran teroris yang mengancam masa depan Afghanistan,” terang West.

Sementara itu, Jubir Gubernur Provinsi Ghazni, Ahmad Zia Masood, menyatakan bahwa serangan militer pada Sabtu lalu itu sebenarnya ditargetkan kepada Mullah Wazir, pejuang Taliban yang disebut-sebut menembak sebuah helikopter AS sehari sebelumnya.

“Tentara AS tahu betul posisi untuk melepaskan tembakan sehingga mereka memutuskan memakai jet tempur untuk membombardir tempat tersebut,” tegas Masood. Tapi, dia belum bisa memberikan keterangan apakah sepuluh korban itu adalah Wazir beserta keluarga maupun tetangganya.

Atas insiden yang menewaskan sembilan anak-anak itu, PBB menyerukan dilakukannya penyelidikan secara cepat dan hasilnya segera diumumkan. Dengan begitu, petaka tersebut tidak menambah rasa tidak aman di kalangan warga sipil, khususnya anak-anak.

Utusan PBB Lakhdar Brahimi menegaskan, tugas melindungi warga sipil merupakan “kewajiban” setiap organisasi militer. “Perwakilan khusus dan keluarga besar PBB di Afghanistan merasa tersentak mengetahui sembilan anak tewas di Ghazni oleh tindakan militer pasukan koalisi,” papar Jubir PBB Manoel de Almeida e Silva membaca pernyataan Brahimi.

Dalam perkembangan lain, setelah insiden di Ghazni, sebuah bom yang ditaruh di sepeda pedal meledak di sebuah pasar yang ramai pengunjung di Kandahar. Kejadian ini melukai 20 warga. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas bom yang diakui sejatinya ditargetkan kepada tentara AS tersebut.

Sayang, katanya, bom itu telat meledak. Ledakan baru terjadi di depan sebuah hotel di distrik komersial utama Kandahar pada 12.30 siang waktu setempat (15.00 WIB). Menurut televisi setempat, tiga anak- turut jadi korban dalam serangan itu. (jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anwar Ibrahim Minta Bebas
Tulisan selanjutnya Survey: AS Ancaman Perdamaian Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?