Hidayatullah.com–Menurut Blix, Blair membesar-besarkan klaim bahwa Saddam Hussein bisa menempatkan senjata kimia dan biologi dalam tempo 45 menit.
Menurut Blix, baik para politisi maupun badan-badan intelijens sama-sama bersalah atas asumsi keliru bahwa mungkin akan ditemukan senjata.
Baik Inggris maupun Amerika Serikat telah memerintahkan dilakukannya penyidikan terhadap informasi intelijens yang digunakan untuk membenarkan perang di Irak dan ketidak-berhasilan menemukan senjata pemusnah massa sejak itu.
Ragukan intelijen senjata Iraq
BBC Blix mengatakan bahwa pihak-pihak yang merancang dokumen Inggris tentang senjata Iraq beraksi seperti tenaga pemasaran yang berusaha “menonjolkan arti penting” barangnya.
Dalam program televisi Breakfast with Frost, Blix mengatakan ia tidak berpikiran bahwa Tony Blair bertindak dengan “maksud buruk”.
Namun ia mengatakan masyarakat dunia barat mengharapkan “ketulusan lebih besar” dari para pemimpin dan politisi.
Kedua pemerintah sudah mengumumkan pembentukan penyelidikan tentang akurasi laporan intelijen.
Para pejabat Inggris dan Amerika, kata Blix, terlalu mempercayai informasi yang diberikan oleh pembangkang Iraq.
Ia juga menyalahkan “pelintiran” yang digunakan kedua negara dalam laporan intelijen.
“Persoalan itu terkait dengan manajemen informasi. Tujuannya adalah untuk mendramatisir,” kata Blix.
Ia bahkan menantang Inggris dan Amerika untuk mengeluarkan bukti tentang program senjata Iraq yang menurut mereka sudah ditemukan.
Pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris, Charles Kennedy dalam acara televisi BBC mengatakan perdana menteri harus membuat pernyataan resmi berisi informasi yang diketahui perdana menteri dan para menterinya. (abcn/bbc)