Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Dan Thailand Tolak Pasukan Asing di Asia Tenggara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2004 06:45 6:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2004 06:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kehadiran pasukan asing dinilai hanya akan memicu tindakan pembalasan di kawasan itu, yang berpenduduk mayoritas Muslim moderat. Malaysia dan Singapura menyatakan bahwa Konflik Timur Tengah, yang menyebabkan meluasnya kemarahan di antara kaum Muslim Asia Tenggara, sebagai faktor penyebab maraknya aksi teror.

“Kita harus hindari kehadiran pasukan asing dalam perang melawan ancaman terorisme di Asia Tenggara. Hal ini bukan karena kita tak mempercayai pihak-pihak yang berasal dari luar kawasan, tetapi karena kehadiran militer asing akan membawa kemunduran dalam perang ideologis kita melawan ekstremisme dan militansi,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia Najib Razak di hari terakhir Konferensi Keamanan Asia di Singapura, Minggu (6/6). Sebelumnya, Menhan AS Donald Rumsfeld mengatakan, AS akan terlibat perang atas terorisme di Asia.

“Kasus Iraq harus menjadi pelajaran yang jelas bagi kita: (pasukan) pembebasan yang tak dipersiapkan dengan baik dapat saja melakukan kesalahan, dan kegagalan dari niat yang baik bisa mengakibatkan kerusakan parah pada stabilitas sosial dan politik,” lanjutnya.

Namun, dalam forum keamanan itu Najib juga menyatakan, Malaysia tetap terbuka untuk berdiskusi dengan AS dan negara-negara lain untuk meningkatkan kerja sama intelijen dan pengamatan. Ia akan melakukan pembicaraan dengan Laksamana Thomas Fargo, Panglima Komando Pasifik AS, dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan di Malaysia, sebelum akhir Juni ini.

Malaysia juga menolak penggunaan pasukan militer Amerika untuk melindungi pelayaran internasional di Selat Malaka yang vital.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sikap politik luar negeri Malaysia ini berbeda dengan Singapura dan Australia yang lebih mudah didekte Amerika Serikat.

Amerika telah menggunakan pertemuan para menteri keamanan Asia Paifik di Singapura untuk menjelaskan apa yang disebutnya Prakarsa Keamanan Maritim Regional untuk melindungi Selat Malaka.

Menteri Pertahanan Malaysia mengatakan, Amerika tidak boleh memegang perang militer langsung di perairan penting itu.

Katanya, kehadiran pasukan asing dalam jumlah besar di kawasan ini akan kontra-produktif, karena akan merupakan kemunduran dalam perang melawan terorisme di kawasan itu.

Senada dengan Malaysia, pemerintah Thailand juga menolak campur tangan militer AS di negeri itu. Pihak pemerintahan Thailand hari ini menolak segala keterlibatan pasukan AS dalam usaha yang mereka sebut sebagai pemulihan keamanan dan di Thailand Selatan.

“Tidak ada alasan untuk AS menempatkan pasukannya di wilayah itu. AS memang sering memberi pernyataan mengenai persoalan seperti itu tetapi Thailand masih mampu menangani masalah tersebut,” kata Wakil Perdana Menteri, Chavalit Yongchaiyudh.

Persoalan menempatkan Pasukan AS di Thailand dimunculkan oleh Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld dalam kunjungannya ke Asia Tenggara minggu lalu. Rumsfeld mengharap pasukan AS akan turut dilibatkan memburu apa yang dia sebut-sebut sebaga terorisme di Asia Tenggara. Sayang usulannya itu ditolak mentah-mentah oleh Thailand. (abcn/tvri/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Hormati Otonomi Khusus Kashmir
Tulisan selanjutnya Dakwah Menggoda Ustadz Abu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?