Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

India Hormati Otonomi Khusus Kashmir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2004 05:56 5:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2004 05:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah India mengatakan akan menghormati status otonomi khusus Kashmir dan akan melakukan perundingan dengan semua pihak yang bersengketa di wilayah teritorial Himalaya.

Pemerintah India kemarin mengungkapkan agenda kebijakan mereka dalam sebuah pidato yang disampaikan oleh Presiden India Abdul Kalam di depan parlemen.

Kalam mengatakan, pemerintah India yang dipimpin oleh Perdana Mengeri Manmohan Singh bertujuan membuat rakyat India tersenyum melalui program reformasi ekonomi untuk mengangkat kaum miskin.

Ditambahkan oleh Kalam, partai komunis yang mendukung partai Kongres yang berkuasa telah menyatakan komitmen mereka untuk memastikan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 hingga 8 persen sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.

Kashmir berada di pusat konflik di antara India dan Pakistan. Kashmir dengan jumlah penduduk penduduknya muslim sebesar 12 juta terus mengalami pendindasan di bawah pemerintahan India.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

India-Pakistan telah tiga kali terlibat perang terbuka (tahun 1947, 1965, dan 1971), dua di antaranya disebabkan problem Kashmir. Tidak kurang Lebih dari 38-ribu orang telah tewas di Kashmir sejak pemberontakan anti-India mulai berkobar pada tahun 1989. Keinginan Muslim India untuk mendirikan negara Muslim sendiri yang terpisah dari mayoritas Hindu menjadikan mereka menjadi kelompok tertindas dan teraniaya hingga kini.

Masa Lalu

Baru-baru ini, para Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan dan India telah menyetujui untuk melupakan persaingan di masa lalu yang bertujuan mengakhiri permusuhan selama lebih dari setengah abad.

Menlu India yang baru, Natwar Singh, mengatakan kepada Menlu Pakistan, proses dialog dengan Pakistan akan dilanjutkan dan kontak akan lebih digalakkan.

Pemerintah pimpinan Partai Kongres I di India –yang mengambil alih kekuasaan bulan lalu– telah berjanji akan melanjutkan proses perdamaian yang telah dirintis oleh pemerintah nasional Hindu sebelumnya.

India selalu menuduh Pakistan meniup-niup pemberontakan Islam terhadap pemerintahan India di Kashmir yang wilayahnya terbagi menjadi bagian dari kedua negara, yang berakitab konflik tak pernah usai dan menjadikan kesengsaraan warga Kashmir. (abcn/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sisi Lain Fatwa ‘Haram’ Presiden Wanita
Tulisan selanjutnya Malaysia Dan Thailand Tolak Pasukan Asing di Asia Tenggara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Berita
21 Juli 2026 18:32
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?