Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Islamophobia Menyebar ke Eropa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Desember 2004 11:15 11:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2004 11:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Islamophobia” adalah penyakit baru yang kini tengah berkembang di Barat dan Eropa saat ini. “Islamophobia”, atau semacam ketakutan dan kebencian terhadap Islam itu kini telah menyebar baik di Amerika Serikat (AS) atau di Eropa.

Kesimpulan ini disampaikan oleh para kalangan akademisi, pengamat Timur Tengah dan para pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah seminar menyangkut keprihatian berkembangnya sikap rasial dalam beragama baru-baru ini.

Pihak PBB kini tengah memperingatkan munculnya tanda-tanda gejala rasa diskriminasi beragama khususnya adanya peningkatan anti-Semit, Christianophobia dan Islamophobia di seluruh dunia.

Sebuah resolusi PBB 191 minggu ini menyerukan semua negara untuk bekerja sama dengan Komisi Pengawas PBB untuk urusan Hak Azasi Manusia guna menghapuskan kecenderungan semakin tumbuhnya diskriminasi baru dalam masalah religius dan rasial ini.

Untuk pertama kalinya, bulan ini, PBB, seperti dikutip Asia Times, (24/12) menjadi tuan rumah sebuah seminar tentang merebaknya gejala Islamophobia. “Tetapi ketika dunia mendorong suatu istilah baru untuk memperhatikan sikap fanatik yang terus meningkat, justru sangat menyedihkan dan mengganggu. Khususnya menyangkut kasus “Islamophobia”, ujar Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seminar yang diprakarsai PBB itu telah dihadiri oleh para para pemimpin agama, pejabat senior PBB dan kalangan akademis, khususnya pengamat Timur-Tengah. Dalam seminar itu, Annan juga sempat mengatakan, kelompok yang telah melakukan sikap Islamophobia harus pula pula disamakan dengan terorisme dan kekerasan atas nama agama.

“Islam tidak harus dihakimi oleh tindakan ekstrimis yang dengan sengaja membidik dan memangsa rakyat sipil. Pemberian nama buruk segelentir kelompok untuk kebanyakan orang adalah tindakan yang sangat tidak fair dan tak wajar,” ujarnya.

Di Amerika Serikat (AS), kekerasan dan diskriminasi yang diarahkan terhadap orang Islam telah tercetus semenjak persitiwa 11 September 2001, di mana, sejak tuduhan para pelaku adalah berasal dari Timur Tengah.

Minggu yang lalu, Universitas Cornell merilis hasil survei yang diselenggarakan di bulan September yang menunjukkan kesediaan warga Amerika Serikat (AS) untuk membatasi kebebasan warga sipil Islam AS. Lembaga Hubungan Islam-Amerika (CAIR) yang berpusat di Washington sebelumnya menuduh para agen pelaksana hukum AS telah melakukan tindakan rasial terhadap warga Islam AS.

“Ada banyak orang bersikap fanatik anti-Muslim. Sebagian besar darinya didasarkan pada chauvinism religius dari kalangan Kristen dan Yahudi. Sebagian dari yang lain adalah pembenci suku bangsa lain”, ujar Norman Solomon, executive directur Institut Ketelitian Publik yang berpusat di Washington.

Dan umumnya, ujar Norman, hampir semua media besar di AS dan wacana politik di negara itu sering mencampuradukkan pandangan sempit dan kebencian terhadap Islam.

Menurut Solomon, yang juga co-author buku Target Iraq: What the News Media Didn’t Tell You ini permusuhan publik AS terhadap Islam, kebanyakan juga disebabkan karena adanya sikap geopolitik dan nasionalisme AS.

Dalam sebuah laporan di Majelis Umum PBB bulan lalu, Doudou Diene, peneliti khusus di Dewan Pengawas PBB untuk HAM, mengatakan, rasisme dan diskriminasi rasial –khususnya menyangkut keyakinan agama—kita sedang berkembang di Eropa. “Ada nampak seperti persetujuan bahwa rasisme, diskriminasi rasial, kebencian terhadap orang asing, juga anti-Semit dan Islamophobia sedang berayun di wilayah Eropa”.

Bahkan menurut Solomon, sampai dekade terkini, mass media AS dan keseluruhan iklim politis di negara itu secara tegas-tegas membela kepentingan Kristen. (at/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Takziah Hidayatullah untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami
Tulisan selanjutnya Bayi-bayi Arab dijual pada kaum Yahudi?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?