Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepala BMG Thailand Sudah Dua Kali Ingatkan Bahaya Tsunami

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2005 10:11 10:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2005 10:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Satu jam sebelum gelombang pasang tsunami menyapu Thailand, staf Badan Meteorologi negeri itu sebenarnya sudah mengetahuinya. Perangkat deteksi mereka mengisyaratkan akan datang bencana tersebut.

Ironisnya, mereka justru takut melaporkan ancaman itu kepada pemerintah. Mereka takut “dianggap gila” sebagaimana yang dialami Smith enam dan sebelas tahun lalu.

Maka, isyarat itu diabaikan begitu saja. Staf badan tersebut justru mencemaskan posisi mereka andai isyarat tersebut ternyata salah. “Saya tahu, mereka (staf BMG) mengetahui ancaman itu. Namun, mereka takut memutuskannya. Sebab, jika keputusan tersebut salah, mereka yang akan menanggung akibatnya,” ujar Smith.

Beberapa staf BMG Thailand membenarkan keterangan Smith tadi. Mereka sudah mengetahui kemungkinan timbulnya tsunami satu jam sebelum ombak besar tersebut datang menghantam. Namun saat itu, mereka belum memperoleh gambaran seberapa besar gelombang yang akan menerpa.

Mereka juga enggan melaporkannya kepada pemerintah karena khawatir akan memicu kemarahan. Sebab, hal itu bisa berdampak buruk terhadap industri pariwisata Thailand. Mereka juga tidak ingin dicap gila dan mungkin dipecat sebagaimana dialami Smith.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Smith sendiri pernah memberikan peringatan itu pada 1993 ketika masih menjabat sebagai kepala BMG. Peringatan itu diberikannya setelah tsunami menyapu Papua Nugini dan menelan 2.000 lebih korban jiwa.

Pada saat itu, media setempat pun mengeksposnya besar-besaran. Timbul kepanikan secara nasional. Selama seminggu, masyarakat berbondong-bondong menuju area perbukitan di wilayah selatan Thailand.

Kepanikan tersebut berdampak buruk terhadap pelaku bisnis pariwisata Thailand saat itu. Smith pun dikritik habis-habisan. Apalagi, peringatannya tersebut ternyata tidak terbukti.

Lima tahun kemudian, dia menyampaikan peringatan serupa setelah terjadi gempa di wilayah barat daya Thailand. “Tapi, semua orang justru mengkritik saya karena dianggap mengganggu industri pariwisata. Banyak juga yang menuduh saya gila,” ujar Smith.

Buntutnya, dia malah dipecat. Tapi, Smith tetap yakin akan bencana tersebut. Peringatan itu diberikannya atas dasar pengalamannya selama 30 tahun berkutat dengan masalah meteorologi.

Selama bertahun-tahun, dia merasa tidak bisa hidup tenang dan terus dalam bayang-bayang akan munculnya bencana tadi. Dia merasa sedikit tenang karena peringatannya terbukti menjadi kenyataan. “Namun, saya tetap merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan nyawa ribuan orang,” katanya.

Kini, semua orang pun berpaling dan teringat kepada Smith. Bahkan, Perdana Menteri Thaksin Shinawatra pun menunjuknya sebagai kepala Badan Peringatan Bencana Nasional (NDWO).

Jabatan barunya itu mengantarkan Smith bertemu dengan ahli seismologi lokal maupun internasional untuk menciptakan sistem peringatan bahaya tsunami. “Saya mengusulkan agar Thailand menjadi negara pusat sistem tersebut. Namun, kita tidak bisa melakukannya sendiri karena ini membutuhkan banyak biaya. Kita butuh bantuan dari negara, seperti Jepang, AS, dan Australia,” tutur Smith.

Satu hal yang masih menjadi ganjalan di hatinya adalah kurang berperannya Pusat Peringatan Bahaya Tsunami Pasifik (PTWC) milik AS di Hawaii. Badan itu, menurut dia, sebenarnya bisa meminimalkan jumlah korban andai mau memberikan peringatan dini.

Dia yakin, saat itu PTWC pasti mengetahui bahwa tsunami bisa muncul setelah terjadi gempa di dasar laut. Namun, badan tersebut tidak memberikan peringatan apa pun. “Saya tidak marah karena mereka tidak memperingatkan Thailand. Namun, saya marah karena mereka tidak memperingatkan India, Bangladesh, atau Maladewa beberapa saat setelah tsunami menghantam Thailand,” lanjut lelaki berusia 68 tahun itu.

PTWC membenarkan bahwa mereka sudah mengetahui bahaya tersebut. Mereka pun berusaha memberi peringatan kepada negara-negara di tepi Samudera Hindia. Namun, mereka mengaku tidak mempunyai nomor telepon pejabat terkait di masing-masing negara.

Para pakar mengatakan, sebenarnya kerangka sistem peringatan tsunami di seluruh dunia sudah berada di tempat, tinggal hanya bagaimana meneruskan peringatan ke kawasan-kawasan sangat terasing dan yang paling rentan.

PBB mengatakan, banyak kawasan terasing yang tidak memiliki prasarana komunikasi untuk menerima peringatan itu secara dini. Dan repotnya, Indonesia adalah negara yang memiliki ribuak pulau-pulau kecil yang sangat minim peralatan dan sistem peringatan dini. (ap/afp/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Muslimah Dirikan Trauma Centre di Banda Aceh
Tulisan selanjutnya Batas Relawan Asing Sampai 26 Maret

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?