Hidayatullah.com–Kementerian Perairan Yordania sedang melakukan penelitian atas sumber-sumber mata air di Badia Utara yang kemungkinan memiliki kualitas seperti air Zamzam yang ada di kota suci Makkah, Arab Saudi.
Menteri Perairan Hazem Nasser hari Senin (8/9/2014) mengtakan hal itu dalam pertemuan yang digelar oleh Inisiatif Pembangunan Nasional (Zamzam), di mana dia mengatakan bahwa 99,9 persen air di dunia terhubung dengan siklus hidrologis.
Air laut menguap dan kembali ke bumi dalam bentuk air hujan yang kemudian sampai ke akuifer (lapisan tanah yang dapat menampung air dan mengalirkan air) dan kemudian dipompa keluar. Namun, tidak begitu adanya dengan air Zamzam, kata Nasser.
Air Zamzam terbentuk sebagai hasil dari uap gunung berapi yang padat yang berada di kedalaman 100km. Air dari uap itu kemudian menyusup melalui retakan atau celah-celah di lapisan bumi dan sampai di akuifer dekat lapisan atas bumi. Air Zamzam sangat murni dan kaya oksigen.
“Air Zamzam disebut sebagai air primitif karena air itu sangat murni, dan sumber air semacam itu sangat langka,” kata Nasser dalam pertemuan itu dikutip The Jordan Times.
Sementara itu sebuah sumber di Kementerian Perairan dan Irigasi kepada The Jordan Times hari Selasa (9/9/2014) mengatakan bahwa tes awal yang dilakukan di mata air di Badia Utara menunjukkan kualitasnya mendekati kualitas air Zamzam.
“Studinya masih berlangsung, tetapi hasil awal menunjukkan kuantitas air tidak besar,” kata sumber itu.
Air Zamzam asli berlokasi di kota suci Makkah, hanya beberapa meter ke arah timur dari Ka’bah. Salah satu keajaiban air itu adalah kemampuannya untuk menghilangkan dahaga sekaligus lapar orang yang meminumnya. Beberapa dekade terakhir para ilmuwan mengambil contoh air Zamam untuk diteliti. Mereka menemukan karakteristik-karakteristik khusus pada Zamzam yang menjadikannya lebih menyehatkan dibanding air lain, anara lain pada Zamzam terdapat kadar kalsium yang tinggi.*