Senin, 22 Agustus 2005
Hidayatullah.com–Kepala Staf Angkatan Daratan Amerika Serikat, Peter Schoomaker kemarin mengatakan kepada pers, mempertimbangkan prospek yang terburuk yang mungkin muncul, skala tentara Amerika di Iraq sekarang mungkin akan dipertahankan sampai tahun 2009, begitu dikutip kantor berita Xinhua.
Koran Guardian terbitan Inggris mengutip wawancara Jenderal Pieter Schumacher dengan Associated Press (AP) yang menyatakan bahwa militer AS saat ini sedang menyusun rencana jangka panjang di Iraq, dan salah satu butir penting rencana itu adalah kelanjutan penempatan tentara AS hingga 009.
Pernyataan Schumacher ini berbeda dengan pernyataan Presiden Bush dan para pejabat militer AS lainnya selama ini.
Sebelum ini, para pejabat AS mengatakan akan mengurangi jumlah tentara AS di Iraq secara gradual sesuai dengan kondisi yang ada.
Salah satu kondisi yang disebut para pejabat AS akan menjadi bahan pertimbangan penarikan tentaranya adalah tersusunnya konstitusi Iraq.
Dalam pernyataanya kepada AP, Schumacher sama sekali mengabaikan perkembangan politik yang terjadi di Iraq.
Menurutnya, masih berkeliarannya pejuang Muslim di Iraq sudah cukup untuk menjadi alasan bagi penempatan tentara AS selama beberapa tahun mendatang.
Anti Perang
Sebaliknya, sikap AS itu justru semakin memunculkan perlawanan dalam negerinya sendiri. Di AS, misalnya, beberapa minggu ini muncul solidaritas menentang perang Iraq.
Beberapa waktu lalu, solidaritas terhadap Cindy Shehaan, seorang ibu yang kehilangan puteranya dalam perang Iraq, menyulut aksi protes menentang perang Iraq di Amerika Serikat.
Cindy Sheehan, sempat pergi ke Crawford, dimana Presiden Bush berlibur dan berdemontrasi didekat ‘ranch’ milik Bush.
Berawal dari aksi protes pribadi kini meluas menjadi demonstrasi damai yang diikuti dan didukung aksi protes diseluruh AS. (ap/bbc/cha)