Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jelang Pipres AS 2020 Facebook Perketat Iklan Politik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2019 22:08 10:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Agustus 2019 09:38
Bagikan
facebook menyensor konten palestina
Bagikan

Hidayatullah.com—Facebook Inc hari Rabu (28/8/2019) mengumumkan memperketat aturan iklan politiknya di Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden November 2020.

Raksasa media sosial itu akan mencantumkan label “confirmed organization” bagi pemasang iklan politik AS yang menunjukkan kredensial dari pemerintah guna membuktikan legitimasi mereka, lapor Reuters.

Semua pemasang iklan terkait isu sosial dan politik juga harus mencantumkan informasi kontak mereka, meskipun mereka tidak berusaha mendapatkan label “resmi”.

Pengiklan harus mematuhi ketentuan itu mulai pertengahan Oktober atau iklannya akan dicabut.

Sebenarnya sejak Mei 2018, Facebook mengharuskan pemasang iklan politik di Amerika Serikat menyebutkan siapa pembayarnya —“paid for by” — di iklan mereka. Namun, Facebook mengatakan sebagian pengiklan menggunakan keterangan palsu atau berusaha mendaftar sebagai organisasi yang sebenarnya tidak ada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu misalnya, jurnalis-jurnalis Vice News berhasil memasang iklan atas nama berbagai tokoh dan kelompok seperti Wakil Presiden Mike Pence dan “Islamic State” (ISIS).

Pekan lalu, Facebook melarang media konservatif The Epoch Times memasang iklan di platformnya, sebab media tersebut menggunakan berbagai laman berbeda untuk mendongkrak iklan pro-Donald Trump.

Kampanye Donald Trump agar terpilih kembali dalam pemilu 2020 sudah menghabiskan dana $9,6 juta untuk iklan di Facebook tahun ini saja, menurut Bully Pulpit Interactive, perusahaan pro-Demokrat yang melacak belanja iklan digital.

Tahun lalu, Facebook mulai mengharuskan pemasang iklan politik memberikan alamat surat di Amerika Serikat dan dokumen identitas. Berdasarkan peraturan terbaru ini, mereka juga diharuskan memberikan nomor telepon, alamat email bisnis dan website.

Untuk mendapatkan label “confirmed organization”, pemasang iklan harus menyerahkan nomor identitas Federal Election Commission, nomor identitas registrasi pajak organisasi, atau domain website pemerintah yang sesuai dengan email resminya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatfacebook
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Perlu Langkah Lebih Substantif & Cermat Soal Papua
Tulisan selanjutnya Thailand Beli 120 Kendaraan Lapis Baja Buatan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?